Mataram Andalkan Tiga Sektor Kejar Pertumbuhan Ekonomi Delapan Persen
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengandalkan tiga sektor utama. Perdagangan, jasa keuangan, dan konstruksi, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen pada 2030.
Sebagai langkah awal, Pemkot Mataram menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03 persen pada 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Bramantyo Ganeru mengatakan, target tersebut telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan akan terlaksana secara bertahap.
“Target pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD pada 2030 sebesar 8 persen. Untuk tahun 2026, target yang kita tetapkan sebesar 6,03 persen,” ujarnya.
Menurut Bramantyo, optimisme tersebut berdasarkan pada tren pertumbuhan ekonomi Kota Mataram yang terus membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kota Mataram pada 2025 mencapai 5,43 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, sektor perdagangan, jasa keuangan, dan konstruksi menjadi penopang utama aktivitas ekonomi di Kota Mataram. Ketiga sektor tersebut akan terus terlaksana agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi itu tidak hanya bergantung pada APBD. Justru yang paling besar berasal dari aktivitas dunia usaha, perdagangan, jasa, industri, dan sektor-sektor produktif lainnya,” katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Mataram juga akan mengoptimalkan belanja daerah melalui berbagai proyek strategis. Salah satunya pembangunan lanjutan Kantor Wali Kota Mataram yang mampu menyerap tenaga kerja, sekaligus menggerakkan sektor konstruksi dan usaha pendukung lainnya.
“Pembangunan fisik tetap kita dorong karena memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan sektor usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Mataram, Reza Moh Nugraha menyebut, pertumbuhan ekonomi Kota Mataram pada 2025 mencapai 5,43 persen naik dari 4,12 persen pada 2024.
“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Kota Mataram berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 1,32 persen, jasa perantara keuangan 1,19 persen, konstruksi 0,72 persen, serta industri makanan dan minuman sebesar 0,58 persen,” jelas Reza. (*)




