Kota MataramPendidikan

SMPN 13 Mataram dan SMPN 18 Mataram Bakal Jadi Sekolah Unggulan

Mataram (NTBSatu) – Usai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, Dinas Pendidikan Kota Mataram mencatat ketimpangan jumlah peserta didik baru antar sekolah.

Sejumlah SMP negeri favorit kebanjiran pendaftar, sementara beberapa sekolah lain justru masih kekurangan murid.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengatakan, animo masyarakat masih terpusat pada SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 6 Mataram. Kuota ketiga sekolah tersebut langsung terpenuhi sejak proses seleksi berlangsung.

IKLAN

“Animo masyarakat memang masih sangat tinggi ke sekolah-sekolah yang dianggap favorit. Bahkan setelah pengumuman, masih banyak orang tua yang datang dan tetap berharap anaknya bisa masuk ke sekolah tersebut,” ujar Yusuf, Senin, 6 Juli 2026.

Meski demikian, Yusuf menegaskan pemerintah tidak lagi memberi celah bagi penerimaan siswa di luar mekanisme SPMB. Sistem pemerintah pusat telah mengunci seluruh data peserta, sehingga sekolah tidak bisa lagi menambah siswa di luar kuota.

“Sistemnya sudah dikunci oleh pusat. Tidak ada lagi jalur tambahan, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang menerima siswa di luar kuota. Semua harus mengikuti aturan yang berlaku,” tegasnya.

IKLAN

Dua Sekolah Minim Pendaftar

Berbanding terbalik dengan sekolah favorit, SMPN 13 Mataram dan SMPN 18 Mataram minim pendaftar. Keduanya masih kesulitan memenuhi daya tampung.

Yusuf menjelaskan, SMPN 13 Mataram mampu menampung sekitar 400 peserta didik. Namun, hingga akhir pelaksanaan SPMB, sekolah itu baru menerima sekitar 200 siswa atau hanya separuh dari kapasitas yang tersedia.

Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di SMPN 18 Mataram. Hingga penutupan SPMB, sekolah tersebut hanya memperoleh sekitar 15 siswa baru.

Untuk menarik minat masyarakat, pihak sekolah menggratiskan lima set seragam bagi seluruh peserta didik baru. Program itu berasal dari patungan guru dan pegawai sekolah.

Wakil Kepala SMPN 18 Mataram, Adi Sanjaya mengatakan, sekolah membuka dua rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 32 siswa. Namun, jumlah pendaftar hingga kini baru mencapai 15 orang.

“Rombel kami tahun ini ada dua kelas dengan kapasitas masing-masing 32 siswa, tetapi sampai sekarang yang mendaftar baru sekitar 15 siswa,” kata Adi.

Melihat kondisi tersebut, Yusuf memastikan Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah pembenahan. Tahun depan, pihaknya akan mengusulkan SMPN 13 Mataram dan SMPN 18 Mataram menjadi sekolah unggulan sesuai potensi masing-masing.

“Kami ingin setiap sekolah memiliki keunggulan sendiri sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan. Dengan begitu, kualitas pendidikan bisa lebih merata dan penumpukan siswa di sekolah tertentu dapat berkurang,” pungkas Yusuf. (*)

Artikel Terkait