InternasionalOlahraga

Mengenal Cape Verde yang Bikin Argentina Frustrasi, Penduduk 500 Ribu Jiwa Setara Kabupaten Bima

Jakarta (NTBSatu) – Perjalanan Cape Verde di Piala Dunia 2026 menyita perhatian publik setelah tim itu memberikan perlawanan sengit kepada Argentina pada babak 32 besar.

Penampilan impresif tersebut memperlihatkan bahwa negara kepulauan di lepas pantai Afrika Barat itu menyimpan banyak kisah menarik.

Cape Verde atau Cabo Verde, yang secara resmi bernama Republik Cabo Verde, merupakan negara kepulauan di Samudra Atlantik tengah.

IKLAN

Selain itu, negara yang beribu kota di Praia itu menjadi bagian dari ekoregion Macaronesia bersama Azores, Kepulauan Canary, Madeira, dan Kepulauan Savage.

Situs Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut Kepulauan Tanjung Verde berada di tengah Samudra Atlantik, sekitar 450 kilometer atau sekitar 300 mil dari pantai barat Afrika.

Wilayah negara ini mencakup 10 pulau dan lima pulau kecil. Kepulauan tersebut terbagi ke dalam kelompok Barlavento atau sisi angin serta Sotavento atau sisi terlindung angin.

IKLAN

Berikut lima fakta menarik tentang tim berjuluk “kuda hitam” Piala Dunia 2026 tersebut.

1. Negara Kecil dengan Populasi Sekitar 500 Ribu Jiwa

Cape Verde merupakan negara kepulauan di lepas pantai barat Afrika. Negara itu hanya memiliki sekitar 500 ribu penduduk. Hal itu kurang lebih setara dengan jumlah penduduk Kabupaten Bima. Pada tahun 2024, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Bima mencapai 543.582 jiwa.

Meski memiliki sumber daya terbatas, Cape Verde berhasil membangun tim nasional yang kompetitif dan mencatat sejarah di pentas dunia.

2. Mengandalkan Banyak Pemain Berdarah Diaspora

Pemain-pemain keturunan yang lahir dan berkembang di Eropa menjadi salah satu kekuatan utama Cape Verde.

Sebagian besar pemain diaspora itu berasal dari Portugal, Belanda, Prancis, dan Luksemburg. Kombinasi pemain lokal dan diaspora terus meningkatkan kualitas skuad Cape Verde dalam beberapa tahun terakhir.

3. Merekrut Pemain melalui LinkedIn

Selain memanfaatkan pemain diaspora, Cape Verde juga memiliki kisah perekrutan pemain yang tidak biasa.

Proses perekrutan bek Roberto “Pico” Lopes menjadi salah satu kisah unik Cape Verde. Tim pelatih Cape Verde menghubungi Lopes melalui aplikasi profesional LinkedIn.

Lopes baru membaca pesan itu sekitar sembilan bulan kemudian karena menganggapnya sebagai spam. Setelah menerima ajakan tersebut, Lopes bergabung dengan tim nasional dan berkembang menjadi salah satu pemain penting Cape Verde.

4. Mengandalkan Kiper Veteran Berusia 40 Tahun

Keunikan Cape Verde tidak berhenti pada proses perekrutan pemain. Tim ini juga mengandalkan sosok berpengalaman di bawah mistar gawang.

Cape Verde mengandalkan kiper senior Vozinha yang telah berusia 40 tahun.
Pengalaman Vozinha menjadi aset berharga bagi tim.

Meski usianya tidak lagi muda, ia tetap tampil gemilang dengan mencatat sejumlah penyelamatan penting yang membantu Cape Verde melaju jauh di turnamen.

5. Tangguh di Waktu Normal
Cape Verde menunjukkan pertahanan yang sangat disiplin sepanjang Piala Dunia 2026.
Tim itu mampu menahan imbang beberapa lawan kuat pada waktu normal.

Cape Verde bahkan memaksa Argentina memainkan babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang tipis 3-2. Performa tersebut membuktikan bahwa Cape Verde telah berkembang menjadi tim yang patut diperhitungkan. (*)

Artikel Terkait