KesehatanLombok Barat

Dinas Kesehatan Lombok Barat Imbau Warga Batasi Konsumsi Gula Selama Ramadan

Lombok Barat (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Lombok Barat mengimbau masyarakat, agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman manis selama Ramadan. Hal itu seiring dengan banyaknya makanan yang mengandung gula dijual.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM., mengatakan, anjuran berbuka dengan makanan manis bukan berarti masyarakat bebas mengonsumsi gula secara berlebihan.

Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga pola hidup sehat secara menyeluruh. Selain itu, tidak terlalu berlebihan dalam konsumsi setiap makanan juga penting.

“Memang ada imbauan berbuka dengan yang manis, tapi manisnya itu ada batasannya. Yang penting menjaga pola makan, pola istirahat, dan pola hidup sehat,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 26 Februari 2026.

Erni juga menekankan pentingnya aktivitas fisik selama Ramadan. Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat, melainkan cukup secara ringan dan rutin.

“Tidak harus lari atau olahraga berat. Yang penting ada aktivitas fisik, ada gerak, supaya tubuh tetap bugar,” jelasnya

Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tidak menjadikan Ramadan sebagai alasan untuk meninggalkan gaya hidup sehat. Kebiasaan seperti berbuka puasa dengan minuman manis berlebihan, langsung merokok, atau minum kopi secara berlebihan berisiko bagi kesehatan.

“Jangan buka puasa langsung ngerokok, terus minum kopi, lalu makan yang manis-manis berlebihan. Itu berbahaya,” tegasnya.

Bedampak Tingginya Penyakit Tidak Menular

Menurut Erni, tingginya konsumsi gula dan pola hidup tidak sehat berkontribusi terhadap meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) di masyarakat. “Penyakit tidak menular itu bersaudara. Hipertensi, diabetes, kolesterol, asam urat, semua tidak lepas dari pola hidup,” katanya.

Karena itu, Dinas Kesehatan Lombok Barat terus mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) selama Ramadan. Program ini menekankan konsumsi buah dan sayur, aktivitas fisik, serta menghindari rokok.

“Intinya jangan berlebihan. Apa pun itu, meskipun ada anjuran berbuka manis, tetap harus dikontrol,” tegas Erni. (Zani)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button