Anak 13 Tahun yang Tenggelam di Sungai Kuripan Ditemukan Meninggal Dunia
Lombok Barat (NTBSatu) – Pencarian terhadap anak bernama Umbu atau Nune Djumbuhulhaq (13), warga BTN Griya Menang Asri, Kecamatan Kuripan, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di sungai pada Selasa sore, 28 April 2026, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu pagi, 29 April 2026, dalam kondisi meninggal dunia.
Koordinator SAR Mataram, Dewa Gede Kerta menjelaskan, penemuan korban sekitar pukul 10.20 Wita setelah tim melakukan penyisiran intensif sejak pagi hari. “Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 10.20 pagi dalam posisi mengambang,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Menurutnya, sejak pagi pukul 06.00 Wita, tim telah membagi area pencarian menjadi tiga sektor untuk mempercepat proses pencarian. Masing-masing tim menyisir sepanjang satu kilometer dari titik Lokasi Kejadian Perkara (LKP).
“Pencarian kita bagi menjadi tiga tim, tim satu, dua, dan tiga. Yang menemukan korban adalah tim satu, di ujung BTN, masih dalam radius sekitar satu kilometer dari lokasi awal,” jelasnya.
Kronologi Kejadian
Tim gabungan menemukan korban dalam kondisi mengapung di aliran sungai dan langsung mengevakuasinya ke rumah duka, serta menyerahkannya kepada pihak keluarga. Sebelumnya, tim SAR melaporkan korban hilang pada Selasa sore setelah terseret arus saat berusaha mengambil bola yang jatuh ke sungai.
Saat kejadian, kondisi cuaca sedang hujan dengan arus sungai yang cukup deras. Upaya pencarian telah berlangsung sejak tim SAR menerima laporan.
Namun, pencarian sempat berhenti pada malam hari karena kondisi yang membahayakan tim, termasuk derasnya arus dan terbatasnya jarak pandang di dalam air. Pencarian berlanjut pada hari ini dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Brimob, BPBD, Damkar, hingga masyarakat setempat.
“Semua unsur terlibat dalam pencarian ini. Termasuk, masyarakat yang ikut membantu,” kata Dewa.
Dengan adanya penemuan korban, operasi SAR secara resmi selesai. Pihak SAR mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. “Operasi sudah selesai dan korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama saat beraktivitas di sekitar sungai atau area berisiko, terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. (Zani)



