OpiniWARGA

Mengapa Ternak Anda Kurus?

Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Tidak ada jalan pintas untuk mengatasi masalah ini. Saya selalu bilang ke peternak yang bertanya: “Harus dilihat semuanya, Pak. Tidak bisa cuma diperbaiki satu aspek.” Kabar baiknya, beberapa daerah sudah mulai menunjukkan kemajuan. Khasanah dkk. (2021) melaporkan ada kelompok peternak yang berhasil meningkatkan kondisi ternaknya setelah mendapat pendampingan dari perguruan tinggi setempat. Model seperti ini sebenarnya bisa ditiru di mana-mana.

Beberapa langkah konkret yang bisa dicoba:

  1. Tambah pengetahuan. Ikut penyuluhan, gabung kelompok tani ternak, atau minta pendampingan dari dinas peternakan. Jangan malu bertanya;
  2. Perbaiki menu pakan. Campur rumput atau jerami dengan konsentrat, dedak, atau ampas tahu. Sesuaikan dengan jenis dan umur ternak;
  3. Benahi kandang. Pastikan ada sirkulasi udara yang baik, lantai tidak becek, dan kotoran dibersihkan rutin;
  4. Jaga kesehatan ternak. Lakukan pemberian obat cacing secara berkala dan vaksinasi sesuai jadwal. Kalau ada yang sakit, segera hubungi petugas kesehatan hewan.

Simpulan

Kalau ditanya apa penyebab utama ternak kurus, jawaban saya selalu: bukan satu hal, tapi gabungan dari banyak hal. Cara memelihara yang kurang tepat sering jadi pemicu awal. Dari situ, masalah-masalah lain ikut bermunculan—pakan jadi tidak terurus, kandang tidak bersih, kesehatan ternak terabaikan. Semuanya saling berkaitan seperti rantai.

Yang jelas, mengatasi masalah ini butuh kesabaran dan kemauan untuk belajar. Tidak bisa instan. Tapi saya sudah melihat sendiri bagaimana peternak-peternak yang mau berubah akhirnya berhasil memperbaiki kondisi ternak mereka. Kuncinya ada di kerjasama—antara peternak, insinyur peternakan, penyuluh, dokter hewan, dan lembaga pendidikan. Kalau semua pihak bergerak bersama, hasilnya pasti lebih baik daripada berjuang sendirian.

Saran

Sebagai penutup, izinkan saya menyampaikan beberapa rekomendasi:

  1. Untuk peternak: Biasakan mengamati ternak setiap hari. Perubahan sekecil apa pun bisa jadi petunjuk penting. Catat berat badan ternak secara berkala kalau memungkinkan. Dan yang paling penting, jangan sungkan minta tolong kalau merasa ada yang tidak beres;
  2. Untuk pemerintah: Perbanyak program penyuluhan yang benar-benar menyentuh peternak kecil di pedesaan. Pastikan juga ada tenaga kesehatan hewan yang bisa dijangkau tanpa harus menempuh perjalanan jauh;
  3. Untuk kampus dan lembaga penelitian: Perbanyak kegiatan pengabdian yang langsung turun ke lapangan. Penelitian itu bagus, tapi akan lebih bermakna kalau hasilnya sampai ke tangan peternak dalam bentuk yang mudah dipraktikkan;
  4. Untuk sesama akademisi: Mari kita bikin lebih banyak tulisan yang mudah dibaca oleh orang awam. Jurnal ilmiah memang penting, tapi artikel populer seperti ini juga dibutuhkan agar pengetahuan kita bisa bermanfaat lebih luas. (*)
Laman sebelumnya 1 2 3

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button