OpiniWARGA

Mengapa Ternak Anda Kurus?

Apa Saja yang Membuat Ternak Kehilangan Bobot?

Dari pengalaman di lapangan, setidaknya ada empat hal yang perlu dicermati:

  • Cara memelihara yang belum tepat;
  • Pakan yang kurang bergizi atau tidak cocok;
  • Kandang yang tidak nyaman;
  • Penyakit atau gangguan kesehatan.
1. Cara Memelihara

Jujur saja, banyak peternak kita yang masih belajar sambil jalan. Tidak ada yang salah dengan itu, tapi kadang ketidaktahuan soal kebutuhan dasar ternak justru jadi bumerang. Saya ingat pernah bertemu seorang bapak di salah satu wilayah di daerah kita NTB ini yang bingung kenapa kambing-kambingnya tidak gemuk-gemuk padahal sudah diberi makan banyak. Setelah ditelusuri, ternyata beliau memberi pakan yang sama persis dengan yang biasa diberikan untuk ternak sapi. Padahal kebutuhan kambing dan sapi itu berbeda jauh. Khasanah dan timnya dari Universitas Jember (2021) juga mencatat hal serupa—kesalahan kecil dalam perawatan sehari-hari ternyata punya dampak besar pada kondisi tubuh ternak.

2. Masalah Pakan

Ini yang paling sering saya temui. Banyak peternak mengira asal perut ternak kenyang, itu sudah cukup. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Coba bayangkan kalau kita makan nasi putih terus setiap hari tanpa lauk, tanpa sayur, tanpa apa-apa. Perut memang terasa penuh, tapi tubuh lama-lama pasti lemas karena kekurangan gizi. Ternak juga begitu. Belum lama ini, Suhubdy dan Kaswari (2025) mengungkapkan problema pakan ruminansia dan juga Soetanto (2019)  mengingatkan bahwa rumput atau jerami saja tidak cukup—ternak butuh tambahan protein dan energi dari sumber lain. Suhubdy dan kawan-kawan (2023) menambahkan bahwa variasi pakan itu kunci. Jangan monoton.

Ciri-ciri pakan yang bermasalah:

  • Isinya serat melulu, tidak ada konsentrat (pakan penguat seperti dedak dan bungkil-bungkilan);
  • Kandungan proteinnya rendah sekali;
  • Sudah berjamur atau berbau tidak sedap;
  • Dari hari ke hari jenisnya itu-itu saja.
3. Kondisi Kandang

Pernah masuk ke kandang yang pengap dan bau menyengat? Kalau kita saja tidak betah, apalagi ternak yang harus tinggal di sana 24 jam. Fatmawati dkk. (2020) sudah membuktikan lewat penelitian mereka bahwa lingkungan yang tidak nyaman membuat ternak stres. Ternak yang stres nafsu makannya turun, metabolismenya terganggu, dan ujung-ujungnya berat badannya merosot. Tahun lalu saya membantu seorang peternak memindahkan kambing-kambingnya ke kandang baru yang lebih terbuka dan bersih. Hasilnya? Dalam sebulan saja sudah kelihatan bedanya—kambing-kambing itu jadi lebih aktif dan mulai gemuk. Fatmawati (2022) menegaskan bahwa kebersihan kandang itu investasi, bukan beban.

4. Penyakit dan Parasit

Yang ini agak tricky karena kadang tidak kelihatan dari luar. Ternak bisa saja kelihatan baik-baik saja tapi di dalam tubuhnya ada cacing atau parasit lain yang menggerogoti nutrisi. Arifin (2018) dalam bukunya menjelaskan bagaimana infeksi parasit bisa mengganggu penyerapan makanan di usus. Jadi meskipun kita sudah memberi pakan bagus, kalau ada parasit, nutrisinya diambil duluan oleh makhluk-makhluk kecil itu. Widya dan kawan-kawan (2023) menyoroti betapa pentingnya akses ke dokter hewan, terutama di daerah-daerah yang jauh dari kota. Sayangnya, ini masih jadi pekerjaan rumah (PR) besar di banyak wilayah peternakan kita.

Waspadai tanda-tanda ini pada ternak Anda:

  • Malas makan atau makan sedikit-sedikit;
  • Bulunya tidak mengkilap, kering, atau rontok;
  • Kotorannya encer terus atau warnanya aneh;
  • Ternak jadi pendiam dan malas bergerak.
Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button