Terduga Pembunuh Pacar di Pantai Nipah Minta Bantuan Hotman Paris
Mataram (NTBSatu) – Radiet Ardiansyah, terdakwa kasus pembunuhan di Pantai Nipah terhadap mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Ni Made Vaniradya Puspa Nitra, meminta bantuan hukum kepada Hotman Paris.
Pengacara kondang, Hotman Paris menyoroti perkara ini melalui sejumlah unggahan di akun Instagram pribadinya @hotmanparisofficial. Hotman mengunggah tiga video yang berisi pernyataan Radiet dan keluarganya, serta memberi komentar terkait kemungkinan kekeliruan penegakan hukum.
Pada unggahan pertama, Hotman mempertanyakan proses hukum yang berjalan dan menyebut istilah miscarriage of justice . Ia menuliskan keterangan, “Kasus Lombok, Apakah ini Miscarriage of Justice ? Pacar terbunuh di pantai, pacar cowok yang dituduh?”.
Hotman juga menyampaikan harapan agar ibu Radiet datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi ke Komisi III DPR RI pada Kamis, 26 Februari 2026.
“Terdakwa teriak cari Hotman Paris! Mudah mudahan Ibunya bisa ikut dengan Hotman 911 hadap Komisi III DPR Kamis ini jam 11,” tambahnya.
Dalam salah satu video, Radiet tampil menggunakan baju warna putih saat turun dari mobil tahanan di depan Gedung Pengadilan Negeri Mataram. Ia menyampaikan pernyataan bernada protes dan meminta keadilan atas proses hukum yang ia anggap tidak adil.
“Saya dikambinghitamkan. Beri saya keadilan. Saya mohon Pak Hotman, bantu saya,” teriak Radiet.
Radiet kemudian menilai proses hukum tidak adil dan menyebut pihak yang bersalah bebas dari hukuman. “Bang Hotman, tolong saya Bang Hotman! Yang bersalah dibebaskan Bang Hotman, yang tidak bersalah dihukum,” tambahnya
Selain pernyataan terdakwa, Hotman mengunggah video ibu Radiet yang menyampaikan permohonan bantuan hukum dan dukungan keadilan. “Selamat malam Pak Hotman Paris. Saya ibu dari Radiet Ardiansyah, yang korban dari Pantai Nipah. Anak saya adalah korban Pak, sekarang jadi tersangka,” ungkapnya.
Ia meragukan kemampuan Radiet melakukan pembunuhan, karena kondisi fisiknya juga mengalami luka serius saat peristiwa di Pantai Nipah.
“Apa bisakah anak saya seperti ini membunuh temannya? Yang mukanya sudah hancur, dengan luka jahitan ada empat di kepalanya Pak, dan pipi sebelah kanan sempat operasi karena retak tulangnya,” ucapnya.



