Resmikan SPPG di Labangka, Wabup Ansori Tekankan Gizi dan Ekonomi Tak Boleh Dipisahkan
Harus Berikan Dampak Luas
Wabup Ansori menekankan, program pemenuhan gizi, termasuk integrasinya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), harus berdampak luas, bukan sekadar seremonial.
“Pemerintah daerah menjadi penanggung jawab percepatan dan pengendalian program ini. Kita ingin program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Ansori, manfaat SPPG tidak berhenti pada aspek kesehatan. Dampak ekonomi langsung juga mulai terasa dengan terserapnya hampir 50 tenaga kerja lokal pada tahap awal operasional.
“Kehadiran fasilitas ini bukan hanya soal makanan bergizi untuk anak-anak, tetapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemenuhan gizi memiliki kaitan erat dengan motivasi belajar anak-anak, terutama dari kelompok ekonomi rentan.
“Anak-anak dari desil 1 sampai 5 selama ini menghadapi keterbatasan akses gizi. Jika gizinya terpenuhi, semangat belajarnya meningkat. Ini investasi sumber daya manusia,” tambahnya.
Lebih jauh, Ansori mengingatkan agar program tidak hanya kelompok tertentu saja yang menguasai, tetapi tetap berpihak pada ekonomi kerakyatan.
“Program ini harus memberi efek berganda. Jangan sampai hanya dinikmati segelintir pihak. Kita ingin penguatan ekonomi kerakyatan berjalan seiring dengan penguatan gizi,” tutupnya. (Marwah)



