Sumbawa

HUT ke-67, Bupati Jarot Tegaskan Sumbawa Bukan Lagi Sekadar ‘Lapak’ Bahan Mentah

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Kabupaten Sumbawa di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Kamis, 22 Januari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan, kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori telah mulai melakukan manuver besar dalam struktur perekonomian daerah.

Memasuki usia ke-67, Bupati Jarot menyebut, Pemkab Sumbawa tengah menggeser arah pembangunan. Dari daerah penyedia bahan mentah menuju wilayah berbasis industri dan penciptaan nilai tambah.

Menurutnya, perubahan strategi pembangunan ekonomi ini bukan sekadar wacana. Ketergantungan terhadap penjualan komoditas mentah harus berakhir agar manfaat ekonomi dapat masyarakat rasakan secara langsung dengan lebih besar.

IKLAN

“Arah pembangunan ekonomi Sumbawa sedang kami geser secara sadar dan bertahap. Kita tidak ingin selamanya berada pada posisi sebagai penjual bahan mentah,” tegas Bupati Jarot dalam sambutannya.

Ia merinci, langkah konkret dalam mewujudkan ekosistem hilirisasi. Mulai dengan penetapan Sumbawa sebagai salah satu calon lokasi pengembangan industri unggas terintegrasi nasional senilai Rp1,37 triliun. Proyek tersebut dijadwalkan melakukan groundbreaking di kawasan Serading pada 29 Januari mendatang.

Selain itu, upaya lainnya dengan pengusulan master plan hilirisasi udang serta identifikasi lahan industri garam untuk meningkatkan nilai jual produk pesisir.

Di tingkat akar rumput, penguatan ekonomi rakyat juga dipacu melalui program Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 42 unit koperasi telah beroperasi dari target 165 koperasi di desa dan kelurahan.

“Sementara di pasar global, keberhasilan ekspor 6.000 ton jagung ke Filipina pada Juni 2025 lalu, menjadi bukti awal bahwa produk lokal kita Sumbawa, mampu bersaing secara kompetitif di pasar internasional,” tambahnya.

Kembangkan KEK Samota

Bupati Jarot menambahkan, agenda hilirisasi tersebut akan berjalan beriringan dengan penerapan konsep Ekonomi Biru di kawasan pesisir khususnya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Samota yang telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.

“Seluruh agenda ini menegaskan arah baru pembangunan Sumbawa, dari daerah penjual bahan mentah menjadi pencipta nilai tambah dan penggerak ekonomi berbasis produksi,” ujarnya.

Meski fokus pada pengembangan industri, Bupati Jarot memastikan pembangunan tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan melalui program Sumbawa Hijau Lestari. Ia meyakini, lompatan ekonomi hanya akan bertahan dalam jangka panjang jika daya dukung lingkungan tetap terjaga.

“Kita ingin pembangunan tidak hanya terlihat dari angka statistik, tetapi benar-benar dirasakan di dapur-dapur rumah warga melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan,” tambahnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button