Awal Ramadan, Harga Cabai di Sumbawa Fluktuatif
Harga Komoditas Lain Relatif Stabil
Meski cabai bergejolak, Nia memastikan harga komoditas lain relatif stabil. “Bawang putih, bawang merah, sama tomat masih stabil. Yang paling terasa cuma cabai,” ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi ini memberatkan pembeli, Fitri (36) salah satu warga yang berbelanja di pasar tersebut, mengaku kini lebih berhitung dalam membeli kebutuhan dapur. “Kita jadi takut beli banyak, paling sedikit saja untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkap Fitri kepada NTBSatu.
Ia mengatakan, cabai yang biasanya menjadi bahan pokok dalam masakan kini harus digunakan lebih hemat. “Kalau mau pakai cabai juga harus hati-hati, mengingat harganya tinggi,” katanya.
Kekhawatiran semakin terasa karena sebagian masyarakat belum memiliki penghasilan tetap. “Penghasilan belum ada sekarang, makanya semua harga di pasar terasa mahal, apalagi Ramadan begini,” tutupnya.
Fluktuasi harga cabai di Pasar Seketeng menunjukkan rapuhnya pasokan komoditas hortikultura di tingkat lokal. Ketika stok terbatas, harga melonjak tajam.
Sebaliknya, saat pasokan melimpah, harga langsung terkoreksi. Tanpa intervensi distribusi dan pengendalian stok, masyarakat berpotensi terus menghadapi “pedasnya” harga di tengah kebutuhan yang meningkat jelang bulan suci. (Marwah)



