Mataram di Bawah Kendali Mohan: Dari Reformasi Birokrasi hingga Solusi Sampah Modern
Penyelesaian Proyek Besar dan Isu Sampah
Beberapa agenda besar dalam satu hingga dua tahun ke depan juga menjadi perhatian serius, termasuk penyelesaian pembangunan Kantor Wali Kota Mataram.
Saat ini, pembangunan Kantor Wali Kota Mataram (Bale Mentaram) di Lingkar Selatan saat ini memasuki tahap II (tahap lanjutan). Setelah pembangunan gedung utama tahap pertama rampung.
Proyek strategis ini sedang dalam proses lelang untuk Manajemen Konstruksi (MK). Rencananya, menggunakan skema multiyears hingga 2028, dengan mulai memfungsikan beberapa OPD secara bertahap pada awal 2026
Mohan juga menyebut sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas fundamental dalam kepemimpinannya. Salah satunya dengan terus mengevaluasi program 5 hari sekolah yang telah mulai pada pertengahan Januari 2026.
Namun, isu yang paling menonjol dan menjadi atensi nasional adalah pengelolaan sampah.
Menanggapi instruksi Presiden, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di Mataram menjadi lebih modern.
“Tahun ini kami fokus betul untuk sampah ini. Kami berusaha agar pengelolaan sampah lebih modern, masyarakat merasakan dampaknya, dan pelibatan masyarakat juga bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya tengah bersiap untuk melakukan proses lelang proyek pengolahan sampah pada Maret 2026 mendatang.
Lelang ini ditujukan untuk penyediaan fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas mencapai 60 ton. Kapasitas ini ditetapkan berdasarkan hasil kajian bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Lelangnya bulan Maret. Kita diberikan untuk kapasitas 60 ton. Kalau lebih dari itu, berdasarkan kajian PUPR, Kota Mataram belum siap untuk memproduksi sampah dalam jumlah kapasitas yang lebih besar dari itu,” ujar Mohan.



