Kota Mataram

Mataram di Bawah Kendali Mohan: Dari Reformasi Birokrasi hingga Solusi Sampah Modern

Mataram (NTBSatu) – Tepat pada tanggal 20 Februari 2026 kemarin, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, genap memimpin Kota Mataram selama satu tahun di periode keduanya.

Dalam momen refleksi tersebut, Mohan menekankan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis yang sempat tertunda dan memberikan atensi khusus pada isu lingkungan.

Mohan menyampaikan, fokus utamanya saat ini adalah memastikan sistem birokrasi berjalan dengan optimal sebagai roda penggerak pemerintahan.

Salah satunya dengan segera melakukan pengisian terhadap beberapa kursi OPD yang tengah kosong dan juga mencakup pelaksanaan rotasi untuk jabatan eselon III dan IV.

Selain itu, penyempurnaan infrastruktur kota tetap menjadi prioritas meskipun saat ini kondisi infrastruktur di Mataram dinilai sudah cukup mantap.

“Fokus kita sekarang tentu dengan kebijakan fiskal yang agak ketat, saya lebih kepada menjaga supaya sistem birokrasi berjalan dengan baik karena ruhnya ada di situ. Kemudian infrastruktur juga perlu kita sempurnakan lagi,” ujar Mohan.

Penyelesaian Proyek Besar dan Isu Sampah

Beberapa agenda besar dalam satu hingga dua tahun ke depan juga menjadi perhatian serius, termasuk penyelesaian pembangunan Kantor Wali Kota Mataram.

Saat ini, pembangunan Kantor Wali Kota Mataram (Bale Mentaram) di Lingkar Selatan saat ini memasuki tahap II (tahap lanjutan). Setelah pembangunan gedung utama tahap pertama rampung.

Proyek strategis ini sedang dalam proses lelang untuk Manajemen Konstruksi (MK). Rencananya, menggunakan skema multiyears hingga 2028, dengan mulai memfungsikan beberapa OPD secara bertahap pada awal 2026

Mohan juga menyebut sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas fundamental dalam kepemimpinannya. Salah satunya dengan terus mengevaluasi program 5 hari sekolah yang telah mulai pada pertengahan Januari 2026.

Namun, isu yang paling menonjol dan menjadi atensi nasional adalah pengelolaan sampah.

Menanggapi instruksi Presiden, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di Mataram menjadi lebih modern.

“Tahun ini kami fokus betul untuk sampah ini. Kami berusaha agar pengelolaan sampah lebih modern, masyarakat merasakan dampaknya, dan pelibatan masyarakat juga bisa lebih baik lagi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya tengah bersiap untuk melakukan proses lelang proyek pengolahan sampah pada Maret 2026 mendatang.

Lelang ini ditujukan untuk penyediaan fasilitas pengolahan sampah dengan kapasitas mencapai 60 ton. Kapasitas ini ditetapkan berdasarkan hasil kajian bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Lelangnya bulan Maret. Kita diberikan untuk kapasitas 60 ton. Kalau lebih dari itu, berdasarkan kajian PUPR, Kota Mataram belum siap untuk memproduksi sampah dalam jumlah kapasitas yang lebih besar dari itu,” ujar Mohan.

Perkuat Gotong Royong Dua Kali Sepekan

Selain pembenahan sisi teknologi dan infrastruktur pengolahan, Mohan menyebut komitmennya dalam menjalankan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait Gerakan Peduli Sampah.

Salah satu poin utamanya adalah pengaktifan kembali budaya gotong royong dan kerja bakti secara rutin.

Meskipun Kota Mataram telah merintis kegiatan serupa sebelumnya, Mohan menyatakan akan melakukan penegasan kembali sesuai dengan arahan pusat untuk melaksanakan kerja bakti setidaknya dua kali dalam sepekan.

“Sebenarnya kita sudah melakukan rintisan itu di awal. Namun, karena ini ada penegasan kembali (dari Kemendagri), tentu akan kita laksanakan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button