Kemiskinan Ekstrem di Bintaro: Jeratan Judi Online, Lemahnya Literasi Keuangan, hingga Dampak Abrasi
Mataram (NTB Satu) – Persoalan kemiskinan ekstrem di Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Hingga Januari 2026, tercatat 1.242 Kepala Keluarga (KK) terjembab dalam kemiskinan ekstrem.
Selain faktor ekonomi, fenomena judi online (judol), lemahnya manajemen keuangan keluarga, hingga dampak cuaca ekstrem dan abrasi, disebut menjadi rangkaian persoalan yang saling berkaitan.
Lurah Bintaro, Rudy Herlambang, mengungkap fakta mengejutkan di balik fluktuasi data kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, ia menemukan indikasi kuat, jeratan judi online menjadi salah satu pemicu utama warga “turun kelas” hingga masuk kategori desil terbawah dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Rudy menjelaskan, pihaknya menemukan ketidaksesuaian antara data administratif dengan kondisi riil warga. Ada warga yang secara ekonomi seharusnya berada pada desil 4 atau 5, namun tiba-tiba merosot ke desil 1 yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
“Kami bersyukur ada kegiatan verifikasi seperti ini, karena muncul fakta bahwa ada warga yang seharusnya di desil atas, tetapi datanya turun ke desil 1. Setelah kami telusuri, salah satu faktornya adalah dampak judi online yang merusak ketahanan ekonomi keluarga,” tegas Rudy, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, kebiasaan judi online tidak hanya menguras pendapatan keluarga, tetapi juga membuat sejumlah warga terjerat utang, hingga akhirnya tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar.



