Lombok Barat

Pemkab Lobar Kucurkan BTT Rp7,2 Miliar Tangani Kerusakan Akibat Bencana

Lombok Barat (NTBSatu)Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar), memberikan atensi serius terhadap kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Lobar mengucurkan dana sebesar Rp7,2 miliar guna membiayai perbaikan sungai, jalan, hingga jembatan yang terdampak bencana.

​Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Lombok Barat, Lalu Ratnawi mengatakan, pihaknya menggunakan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) untuk mempercepat pemulihan akses publik yang sempat terhambat.

​”Pak Bupati tahun ini menggelontorkan dana ke kami sekitar Rp7,2 miliar untuk penanganan pasca-bencana tersebut. Baik itu sungai, jalan, maupun jembatan,” ujar Ratnawi kepada NTBSatu pekan lalu.

​Ratnawi menjelaskan, Pemkab Lobar mengambil langkah stressing anggaran ini karena banyak kerusakan dari tahun-tahun sebelumnya yang belum tuntas. Sehingga berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar.

​”Pak Bupati sudah menganalisa itu. Karena BTT dari tahun kemarin tidak tertangani, risikonya akan bertambah besar. Makanya Pak Bupati sekarang konsen melakukan stressing, contohnya penanganan jalan amblas di Dopang,” jelasnya.

​Selain fokus pada dana pasca-bencana, Ratnawi juga memaparkan progres signifikan pada status Jalan Mantap. Dari total panjang jalan kabupaten 744,833 kilometer, Pemkab telah berhasil mewujudkan 512,812 kilometer jalan dalam kondisi mantap.

​”Kita sudah on the track, tinggal sisanya sedikit. Dari total target perbaikan sepanjang 272,03 kilometer, kami sudah merampungkan pengerjaan sepanjang 225,804 kilometer, ya sisanya tinggal sedikit lagi lah” tambahnya.

Ajukan Perbaikan Lima Ruas Jalan ke Pusat

​Untuk menangani ruas jalan yang menjadi kewenangan Provinsi maupun Nasional, Pemkab Lobar aktif mendorong usulan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD). Pihaknya mengajukan lima titik ruas jalan tahun ini. Termasuk jalur Pelangan-Mecanggah yang sempat viral dan jalur Buwun Mas-Pengantap (Sekotong-Pengantap).

​”Kami memasukkan ruas Pelangan-Mecanggah yang kemarin viral itu ke dalam usulan. Kami terus mendorong skema IJD agar konektivitas antara Selatan, Tengah, dan Utara semakin bagus,” kata Ratnawi.

​Di sisi lain, Ratnawi juga memaparkan misi besar Bupati yakni membangun Islamic Center di samping Taman Kota. Saat ini, pihaknya tengah memproses pembebasan lahan dan berkoordinasi dengan Dirjen Bimas di Jakarta terkait rekomendasi proyek tersebut.

​”Kami sedang memproses pembebasan lahan tahun ini, dan tahun depan kami akan melakukan pematangan lahan untuk Islamic Center di samping Taman Kota,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button