Puluhan Mahasiswa Desak Pemkab Sumbawa Perbaiki Jalan Orong Telu – Lantung
Butuh Anggaran Rp470 miliar
Budi mengungkapkan, tantangan pembangunan jalan di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis konstruksi, tetapi juga kondisi lingkungan. Fenomena penumpukan lumpur akibat sedimentasi drainase dan kerusakan kawasan hulu, menyebabkan jalan kembali tertutup material tanah.
“Kita tidak bisa hanya membangun jalan, tetapi juga harus memperbaiki lingkungan. Kalau tidak paralel, infrastruktur yang sudah dibangun bisa kembali rusak,” tegasnya.
Dari sisi pembiayaan, pembangunan jalan di kawasan Orong Telu membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar per kilometer. Dengan total panjang ruas sekitar 47 kilometer, kebutuhan anggaran mencapai kurang lebih Rp470 miliar.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyelesaikan sejumlah ruas jalan lain. Termasuk, pembangunan jalan Batudulang – Tepal sepanjang delapan kilometer dengan nilai proyek sekitar Rp81 miliar. Sejumlah ruas jalan perkotaan juga telah masuk dalam daftar pekerjaan.
Budi menambahkan, beberapa ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa juga telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional melalui kementerian terkait. Hal ini harapannya dapat mempercepat pemerataan Pembangunan, sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.
“Perbaikan infrastruktur tetap menjadi prioritas jangka panjang. Namun, keterbatasan anggaran serta tantangan geografis membuat pembangunan kita lakukan secara bertahap dengan skala prioritas,” tegasnya. (Marwah)



