Sumbawa

Puluhan Mahasiswa Desak Pemkab Sumbawa Perbaiki Jalan Orong Telu – Lantung

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Puluhan mahasiswa dari tiga universitas di Kabupaten Sumbawa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, 4 Februari 2026.

Mereka menyoroti kerusakan jalan menuju wilayah Orang Telu, Lenangguar, Ropang, hingga Lantung yang menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta menekan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan memang menjadi prioritas dan kebutuhan mendesak.

Namun, memerlukan dukungan anggaran yang sangat besar serta mempertimbangkan kondisi geografis dan lingkungan. Budi menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan faktor strategis dalam membuka akses ekonomi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan PAD daerah.

“Wilayah seperti Orong Telu, Ropang, Lenangguar hingga Lantung memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar. Tapi tanpa dukungan jalan yang memadai, potensi tersebut sulit dikonversi menjadi nilai ekonomi riil,” ujarnya, saat menemui massa aksi.

Ia menyebutkan, pemerintah daerah sebenarnya telah mulai melakukan perbaikan di sejumlah ruas jalan strategis. Beberapa di antaranya adalah ruas Batudulang – Tepal yang kini sedang dalam proses pengerjaan. Termasuk, rencana lanjutan menuju Batu Rotok serta Lenangguar – Teladan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Menurutnya, skema pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut menggunakan konsep “jalan mantap” yang merujuk pada standar Kementerian PU. Yakni, jalan yang dapat kendaraan lalui secara fungsional meskipun belum seluruhnya berlapis aspal permanen.

“Untuk ruas Orong Telu sendiri sebenarnya sudah dilakukan penanganan sementara pada Desember lalu. Namun karena kondisi tanah labil dan fenomena lingkungan seperti sedimentasi serta longsor, kerusakan jalan kembali terjadi. Setelah alat berat tersedia, perbaikan lanjutan akan segera dilakukan,” jelasnya.

Butuh Anggaran Rp470 miliar

Budi mengungkapkan, tantangan pembangunan jalan di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknis konstruksi, tetapi juga kondisi lingkungan. Fenomena penumpukan lumpur akibat sedimentasi drainase dan kerusakan kawasan hulu, menyebabkan jalan kembali tertutup material tanah.

“Kita tidak bisa hanya membangun jalan, tetapi juga harus memperbaiki lingkungan. Kalau tidak paralel, infrastruktur yang sudah dibangun bisa kembali rusak,” tegasnya.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan jalan di kawasan Orong Telu membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar per kilometer. Dengan total panjang ruas sekitar 47 kilometer, kebutuhan anggaran mencapai kurang lebih Rp470 miliar.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyelesaikan sejumlah ruas jalan lain. Termasuk, pembangunan jalan Batudulang – Tepal sepanjang delapan kilometer dengan nilai proyek sekitar Rp81 miliar. Sejumlah ruas jalan perkotaan juga telah masuk dalam daftar pekerjaan.

Budi menambahkan, beberapa ruas jalan strategis di Kabupaten Sumbawa juga telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan nasional melalui kementerian terkait. Hal ini harapannya dapat mempercepat pemerataan Pembangunan, sekaligus membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.

“Perbaikan infrastruktur tetap menjadi prioritas jangka panjang. Namun, keterbatasan anggaran serta tantangan geografis membuat pembangunan kita lakukan secara bertahap dengan skala prioritas,” tegasnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button