Sumbawa

Peringatan dari Banjir Bandang Ropang, Bupati Jarot Bekukan Izin Tebang

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa, menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Daerah (Pemda). Tingginya intensitas hujan diperparah oleh kerusakan hutan akibat maraknya illegal logging, yang dinilai mempercepat laju air hingga merendam permukiman dan lahan warga.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan, bencana tersebut bukan semata faktor alam. Melainkan juga, akibat menurunnya kualitas tutupan hutan di wilayah hulu.

IKLAN

“Kita melihat dampaknya cukup besar karena intensitas hujan tinggi. Tetapi juga karena hutan-hutan di sana kayu besarnya sudah banyak yang hilang dan rusak,” tegas Bupati Jarot, Selasa, 17 Maret 2026.

Hutan Rusak, Air Tak Terbendung

Menurutnya, kondisi hutan yang tidak lagi rimbun membuat daya serap air menurun drastis. Akibatnya, saat hujan deras, air langsung mengalir deras ke pemukiman warga tanpa ada penahan alami.

IKLAN

“Dulu kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Tetapi sekarang karena kualitas hutan sudah menurun, air tidak bisa tertahan dan langsung lari ke pemukiman dan sawah,” ujarnya.

IKLAN

Ia menyebut, fenomena ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih serius menjaga kelestarian hutan. “Ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua agar lebih menjaga hutan sebagai benteng alami dari bencana,” katanya.

Sebagai langkah tegas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mengambil kebijakan drastis dengan membekukan seluruh izin penebangan yang telah dikeluarkan sebelumnya. “Kami sudah memanggil seluruh KPH dan semua izin penebangan yang sudah keluar kami bekukan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga menghentikan penerbitan izin baru untuk aktivitas penebangan di kawasan hutan. “Izin-izin baru juga kami hentikan, kecuali untuk lahan masyarakat yang sudah bersertifikat,” tegasnya.

Ia juga memastikan penindakan tegas terhadap pelaku illegal logging di lapangan. “Kemarin kami temukan ada yang menebang kayu sonokeling, langsung kami tindak dan hancurkan. Tidak boleh lagi ada illegal logging,” ujarnya.

Perkuat Program Sumbawa Hijau Lestari

Bupati Jarot menegaskan, akan memperkuat Program Sumbawa Hijau Lestari sebagai langkah jangka panjang memulihkan kondisi hutan yang rusak. “Kami sekarang masifkan penanaman di hutan-hutan yang tandus dengan memberikan bibit gratis kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Hutan untuk mengawasi dan menindak aktivitas perusakan hutan. “Satgas Hutan kami tegakkan untuk memastikan tidak ada lagi penebangan liar di kawasan hutan,” katanya.

Komitmen Cegah Bencana Berulang

Kebijakan lain yang akan diterapkan adalah penghentian aktivitas penanaman jagung di kawasan hutan mulai tahun depan. “Mulai tahun depan, lahan hutan yang sekarang ditanami jagung akan kita hentikan,” tambahnya.

Sebagai gantinya, pemerintah akan mendorong masyarakat menanam pohon produktif yang dapat menjaga ekosistem sekaligus memberi manfaat ekonomi. “Kita akan berikan bibit pohon kayu dan buah-buahan agar hutan kembali rimbun dan mata air bisa muncul lagi,” ujarnya.

Bupati Jarot menegaskan, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang. “Kalau hutannya kita jaga, maka ketika hujan besar, air masih bisa tertahan. Itu kunci utamanya,” tutupnya. (Marwah)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button