Ekonomi BisnisLombok Tengah

Bermodal Limbah Alam dan Plastik, Produk UMKM Lombok Tengah Tembus Pasar Eropa dan Jepang

Lombok Tengah (NTBSatu) – Berawal dari krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19 pada 2020, Lalu Surya Bakti, salah seorang warga Bonder, Lombok Tengah, berhasil membuat inovasi usaha kreatif dengan memanfaatkan limbah alam dan plastik.  Meski masih menggunakan alat yang terbatas, namun usahanya kini sukses menembus pasar internasional.

Sebelumnya, Surya sempat membantu keluarga sebagai perajin gerabah tanah liat. Namun karena terjadinya kelangkaan bahan baku, Surya kemudian memutuskan untuk mulai berinovasi menggunakan bahan baku alternatif seperti batok kelapa, kayu bekas bangunan dan bambu.

Ide ini muncul karena keresahan akibat polusi udara dari pembakaran kayu oleh tukang mebel. Selain itu, ada beberapa jenis kayu yang sulit dibakar sehingga menjadi sampah masyarakat.

Oleh karena itu, Surya mencoba untuk mengubah limbah tersebut menjadi bahan produksi yang dapat digunakan kembali. “Kami mencoba memanfaatkan sisa-sisa potongan kayu bangunan menjadi gelas, asbak, mangkuk, dan lain sebagainya,” ungkapnya kepada NTBSatu, Sabtu, 31 Januari 2026.

Hasil tersebut kemudian ia pasarkan melalui sosial media dan banyak menarik perhatian wisatawan dari wilayah NTB, Indonesia, dan turis mancanegara. Tak sampai di situ, produksi kreatifitas Surya juga berhasil menembus pasar internasional.

Beberapa produk buatannya kini dikirim ke berbagai negara. Termasuk Inggris, Turki, Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Jepang, hingga Afrika Selatan.

Keberhasilan ini juga menarik perhatian sektor pariwisata. Sejumlah hotel mewah di Lombok Tengah, seperti Tampah Hills dan Mandala Resort mulai menawarkan kerja sama untuk pengadaan inventaris hotel.

1 2Laman berikutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button