Ekonomi BisnisLombok Tengah

Bermodal Limbah Alam dan Plastik, Produk UMKM Lombok Tengah Tembus Pasar Eropa dan Jepang

Omzet Capai Rp20 Juta per Bulan

Selain itu, saat ini Surya juga mulai mengembangkan pengolahan limbah plastik kresek menjadi produk seperti tas, dompet, pouch, dan topi. Tujuannya, untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Dengan omzet yang mencapai Rp20 juta per bulan, usaha ini tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga. Namun, dapat membantu pengembangan masyarakat sekitar dan mengurangi pencemaran lingkungan dengan pengolahan limbah tanpa merusak alam.

“Tujuan utama kami adalah membuka lapangan kerja bagi masyarakat, mengolah limbah tanpa merusak alam, dan mengurangi penggunaan produk plastik,” ungkapnya.

Menariknya, meski terjadi lonjakan pemesanan dari dalam negeri maupun luar negeri, Surya mengaku, masih mengerjakannya seorang diri. Namun, kadang dibantu dengan tiga pengrajin aktif lainnya yang terdiri dari dua anggota keluarga dan satu orang merupakan warga setempat. (Marwati)

Laman sebelumnya 1 2

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button