Tiga MBG di Lotim Diduga Sajikan Makanan Basi dalam Seminggu
Tanggapan Dapur MBG
Menindaklanjuti keluhan tersebut, pihak sekolah segera menghubungi pengelola Dapur MBG Al Risalah Tebaban untuk menyampaikan keberatan. Sekolah khawatir makanan tersebut dapat berdampak pada kesehatan jika tetap siswa konsumsi.
Pengelola dapur MBG merespons laporan itu dengan cepat dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah. Pihak sekolah meminta agar kejadian serupa tidak terulang pada pelaksanaan MBG selanjutnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Al Risalah Tebaban, Tahir Nasria mengakui adanya laporan dari sekolah terkait menu MBG pada hari tersebut. Namun, ia membantah tudingan makanan basi atau berbau.
‘’Tidak ada menu basi atau berbau. Menunya ayam dan urap dengan sambal matah. Kemungkinan bau yang dimaksud berasal dari bawang pada sambalnya,” jelas Tahir.
Meski demikian, Tahir menegaskan, pihaknya tetap bertanggung jawab dan telah menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk respons atas keluhan sekolah. “Pihak sekolah tidak meminta penggantian menu. Hanya menyarankan agar ke depan tidak menyajikan menu yang sama seperti ini,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Pringgabaya dan Suela pada Senin, 26 Januari 2026. Dugaan makanan MBG basi di Kecamatan Suela hingga menyebabkan sejumlah siswa mengalami diare.
Rangkaian kejadian ini menambah daftar evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur. (*)


