Ekosistem Ikan di Perairan Bima Terancam Imbas Sedimentasi Lahan Jagung
Pemprov NTB Lakukan Patroli
Menghadapi situasi serius, Pemprov NTB bersama Polairud dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) tetap melakukan patroli di wilayah pesisir pantai.
Upaya ini harapannya bisa memberantas praktik destructive fishing, seperti pengeboman ikan, hingga penggunaan kompresor dan racun, yang bisa merusak ekosistem laut.
Selain menjaga ekosistem laut, langkah ini juga mempertimbangkan perekonomian jangka panjang. Beberapa perairan di Bima diproyeksikan dalam mengelola ikan untuk mendukung arus ekspor.
Artinya, setiap bahan mentah atau produk perikanan yang akan diekspor dipastikan bebas terkontaminasi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Oleh karena itu, Muslim meminta masyarakat tenang dan tidak mudah percaya dengan pemberitaan media sosial, mengenai banyaknya ikan terdampar sebagai pertanda bencana geologis seperti tsunami.
Fenomena ini justru menjadi alarm bagi masyarakat, karena adanya ketidakseimbangan ekosistem antara pemanfaatan lahan di darat dengan pelestarian di laut.
Pemerintah mengimbau masyarakat sadar agar tidak melakukan penebangan pohon di pegunungan secara serampangan, sehingga ekosistem di darat maupun di laut kembali terjaga.
“Intinya mari kita jaga bersama dan lebih arif dalam memanfaatkan sumber daya alam di daratan maupun di laut,” tutupnya. (Inda)



