Ekosistem Ikan di Perairan Bima Terancam Imbas Sedimentasi Lahan Jagung
Bima (NTBSatu) – Fenomena ribuan ikan yang naik sepanjang pesisir Sanggar, Kilo, hingga Teluk Saleh di Kabupaten Bima, yang meresahkan warga sejak 20 Januari 2026 hingga kini, mulai terjawab.
Berdasarkan informasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, perilaku aneh satwa laut akibat adanya hubungan kausalitas yang cukup fatal. Yakni, kerusakan di daratan dengan ekosistem laut yang memaksa biota laut terpaksa keluar dari habitat alaminya.
Terdapat tiga faktor menjadi penyebab utamanya, mulai dari kondisi cuaca, perubahan suhu, hingga ulah manusia. Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan jagung di kawasan pegunungan yang tidak terkendali dapat sebagai pemicu utama. Selain itu, penebangan pohon secara masif juga memiliki andil yang sama.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si, mengatakan, penebangan pohon penyangga di sekitar gunung mengakibatkan tanah kehilangan pelindung alami. Sehingga, partikel sedimen dalam volume besar hanyut langsung menuju muara dan laut tanpa filter.
“(penyebabnya) aktivitas membuka lahan jagung, beberapa pohon dipotong, membuat sedimentasi dari daerah pegunungan, dibawa oleh muara dan tidak ada penyaring lagi,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu 28 Januari 2026.



