Ekosistem Ikan di Perairan Bima Terancam Imbas Sedimentasi Lahan Jagung
Proses Sedimentasi
Proses sedimen ini yang mengakibatkan perubahan warna air laut, dari biru jernih menjadi keruh dan kecoklatan. Bahkan partikel tanah yang hanyut membuat polip-polip terumbu karang, yang menjadi tempat tinggal dan makanan ikan tertutupi.
Kondisi laut yang rusak akibat kehilangan benteng alami dari terumbu karang dan padang lamun, membuat ikan-ikan semakin rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Di sisi lain, masuknya air hujan dari daratan secara masif, membuat kadar garam menurun hingga mengubah suhu perairan. Alasan ini membuat baik ikan kecil maupun predator, mulai mencari perairan dangkal yang lebih hangat.
“Kondisi ekologi habitat sebuah biota laut itu sudah mulai tidak nyaman. Dan ini menjadi alarm bagi kita, alarm bagi manusia,” lanjutnya.
Kerusakan ekosistem laut tidak hanya datang dari daratan, tetapi juga dari praktik penangkapan ikan secara ilegal. Muslim menegaskan, adanya sanksi berat bagi pelaku yang terbukti melakukan pengrusakan.
“Bagi pelaku yang melakukan pengeboman ikan, melakukan bius, itu pasti ditindak. Contohnya, kemarin ada aktivitas pengeboman atau penggunaan kompresor, itu kita langsung proses di Polairud,” ujarnya.



