Politik

Datangi DPRD NTB, Warga Desa Kabul Desak BBWS Normalisasi Dam Pengga

Respons Dinas Terkait 

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Perkim NTB, Ilham menjelaskan, pihaknya telah mendapat instruksi langsung dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal untuk menurunkan satu unit alat berat sebagai penanganan sementara.

Namun, alat tersebut sebelumnya untuk membersihkan lumpur banjir di Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, serta menangani longsor di jalur Pusuk Lestari.

“Kami membersihkan lumpur di Pengantap selama sembilan hari. Setelah itu, alat berat kami digunakan di Pusuk akibat longsor,” jelas Ilham.

Ia menambahkan, saat ini alat berat sudah dalam kondisi siaga. Terkait pemanfaatan pasir oleh masyarakat, PUPR Perkim dan Dinas ESDM masih menunggu rekomendasi resmi dari BBWS NTB.

Terpisah, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan SDA BBWS NTB, Lukman Nurzaman menyatakan, pihaknya siap menindaklanjuti surat permohonan rekomendasi pemanfaatan pasir sedimentasi Sungai Pampang.

“Kami akan segera memproses surat rekomendasi tersebut. Mudah-mudahan dalam satu hingga dua hari sudah ada jawaban sesuai prosedur,” katanya.

Lukman juga memastikan BBWS NTB akan turun langsung ke lokasi pada Rabu, 28 Januari 2026, untuk mengecek kondisi sedimentasi Sungai Pampang dan Dam Pengga.

“Besok kami akan turun ke lapangan. Setelah kondisi final, kami akan menurunkan alat berat,” ujarnya.

Ia menepis anggapan lambannya penanganan, seraya menjelaskan BBWS telah menyusun jadwal pengecekan dan penanganan di sejumlah wilayah terdampak banjir di NTB.

“Banyak daerah terdampak banjir, termasuk Sekotong, dan di sana kami juga sudah menurunkan alat berat. Jadi penanganan tetap berjalan,” tambahnya Lukman. (Zani)

Laman sebelumnya 1 2 3 4

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button