Datangi DPRD NTB, Warga Desa Kabul Desak BBWS Normalisasi Dam Pengga
Mataram (NTBSatu) – Sejumlah warga Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, mendatangi Kantor DPRD NTB untuk menyampaikan tuntutan terkait banjir yang terus berulang di wilayah mereka.
Dalam audiensi tersebut, warga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) NTB segera melakukan pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendungan Pengga bagian hilir, serta alur sungai yang membentang dari Dusun Kending Sampi hingga Dusun Kangas.
Kepala Desa Kabul, Sahurim mengungkapkan, terjadi pendangkalan aliran sungai sepanjang sekitar 4,5 kilometer dari Kending Sampi di bagian hulu yang melintasi Desa Kabul. Pada Rabu, 14 Januari 2026 yang lalu sempat meluap.
Akibat kejadian tersebut, delapan dusun terdampak dan sedikitnya 337 Kepala Keluarga (KK) mengalami kebanjiran.
“Kami meminta BBWS segera melakukan langkah penanganan cepat. Mulai dari pengerukan sedimentasi Sungai Kending Sampi, Sungai Pampang hingga Kangas, serta memperbaiki Dam Pengga yang berada dekat dengan permukiman warga,’’ ujar Sahurim dalam hearing bersama Dinas PUPR Perkim NTB, BBWS NTB, dan BPBD NTB di Ruang Komisi IV DPRD NTB, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan, banjir telah menjadi persoalan tahunan di Desa Kabul. Khusus wilayah hilir, sekitar 180 jiwa terdampak akibat luapan Bendungan Pengga yang menerima kiriman air dari hulu.
Genangan juga tambah parah oleh kondisi sungai yang semakin dangkal dari hulu hingga hilir.
‘’Setiap tahun warga kami kebanjiran. Karena itu kami berharap BBWS segera melakukan pengerukan sungai sekaligus perbaikan Dam Pengga. Kalau memungkinkan, dilakukan juga penguatan tanggul,’’ tegasnya.



