Jelang Ramadan, Dewan Soroti Kondisi Islamic Center NTB yang Dinilai Belum Layak
Mataram (NTBSatu) – Menjelang bulan suci Ramadan yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, kondisi Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center (IC) NTB menuai sorotan dari DPRD NTB.
Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah mempertanyakan realisasi anggaran renovasi yang mencapai Rp15 miliar. Namun, ia menilai hingga kini belum menunjukkan perbaikan signifikan.
“Masih bocor, eskalatornya belum bisa dipakai, menaranya mau roboh, toiletnya juga seperti tidak ada yang diperbaiki. Saya mempertanyakan apa yang direnovasi dengan anggaran Rp15 miliar itu,” tegasnya kepada NTBSatu, Selasa malam, 17 Februari 2026.
Ia menyebut, pekerjaan renovasi yang dimulai sejak 2024 dan diperpanjang hingga 2025 belum juga rampung. Sementara itu, PHO (Provisional Hand Over) disebut telah dilakukan. Pekerjaan telah dianggap rampung, tetapi hasilnya nihil.
Menurutnya, kondisi fisik bangunan sangat mudah dilihat oleh masyarakat. Kerusakannya sangat jelas dan dapat dirasakan setiap orang yang mengunjungi IC ini.
“Belum ada perbaikan signifikan. Eskalator tidak bisa dipakai, masih banjir saat hujan, bocor, toiletnya tidak pantas. Jadi wajar kalau kita mempertanyakan realisasi anggaran, sementara pekerjaannya belum selesai,” ujar Maman, sapaan akrabnya.
Maman juga menyoroti peran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, yang mengurus proyek perbaikan ini. Sekaligus, Tim PHO yang dinilai lalai dalam melakukan pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.
Ia menegaskan, kritik ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Selain itu juga, selaku jemaah masjid yang merasa prihatin akan kondisi ini.
“Sebagai anggota DPRD NTB, bentuk pengawasan saya adalah mempertanyakan kenapa anggaran bisa direalisasikan, sementara pekerjaan fisik belum selesai. Apakah yang dikerjakan hanya pengecatan saja?” kritik politisi PAN tersebut.
Minta Usut Tuntas
Maman meminta agar persoalan ini diusut tuntas dan dievaluasi secara serius. Menurutnya, anggaran sebesar itu harusnya bisa membawa perubahan lebih bagi Islamic Center NTB ini.
Lebih lanjut, ia meminta perhatian langsung dari Gubernur NTB, mengingat Islamic Center merupakan ikon daerah sekaligus destinasi wisata religi.
“Menjelang Ramadan, ini masjid yang dipakai jemaah setiap hari. Banyak juga tamu dari luar negeri datang ke sini. Tapi toiletnya tidak pantas, banjir saat hujan, eskalator rusak, menara dikhawatirkan roboh. Saya minta SKPD dan Tim PHO dievaluasi dan kalau perlu dibawa ke APH,” tegasnya. (Zani)



