Politik

Ahmad Muhaimin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum ALSHCI Periode 2026–2030

Jakarta (NTBSatu) – Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI) pada 22 Januari 2026 di The Acacia Jakarta, Jakarta Pusat, secara resmi menetapkan Ahmad Muhaimin sebagai Ketua Umum ALSHCI periode 2026–2030. Penetapan tersebut berlangsung secara aklamasi oleh seluruh peserta Munas.

Ahmad Muhaimin terpilih untuk meneruskan estafet kepemimpinan Eko Kuswanto, pendiri Rakata Institute Lampung sekaligus tokoh pendiri ALSHCI. Dalam Munas tersebut, Eko Kuswanto juga didaulat sebagai Ketua Dewan Etik ALSHCI, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusinya dalam membangun dan membesarkan organisasi

Pemilihan secara aklamasi ini mencerminkan kepercayaan penuh seluruh anggota ALSHCI terhadap kepemimpinan, kapasitas, dan visi Ahmad Muhaimin untuk membawa organisasi semakin profesional, kredibel, dan berkontribusi nyata bagi penguatan demokrasi serta pembangunan berbasis data di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ahmad Muhaimin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta apresiasi kepada seluruh anggota ALSHCI.

IKLAN

“Terima kasih atas dukungan semua sahabat dan keluarga besar ALSHCI. Ini adalah amanah besar yang akan saya jalankan bersama-sama. Kita akan memperkuat peran ALSHCI tidak hanya dalam hitung cepat pemilu, tetapi juga dalam riset kebijakan publik, survei kepuasan masyarakat. Serta kajian ekonomi, sosial, dan politik,” ujar Ahmad Muhaimin.

Ia juga menyinggung perjalanan ALSHCI sejak didirikan pada 2017.

“Sejak didirikan pada 2017, ALSHCI hanya beranggotakan 3 lembaga survei. Alhamdulillah, hingga kini telah berkembang menjadi 27 lembaga anggota yang tersebar di wilayah Jawa, Bali–Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Ini adalah modal besar untuk menjadikan ALSHCI sebagai kekuatan nasional dalam riset opini publik dan kebijakan berbasis data,” tambahnya.

Munas ALSHCI 2026 ini dihadiri oleh perwakilan lembaga survei dan hitung cepat dari berbagai daerah di Indonesia. Selain agenda pemilihan ketua umum, Munas juga membahas penguatan kode etik, standardisasi metodologi, peningkatan kualitas SDM peneliti. Serta perluasan peran lembaga survei dalam membaca dan menganalisis dinamika ekonomi, sosial, dan politik nasional.

Di bawah kepemimpinan Ahmad Muhaimin, ALSHCI menargetkan penguatan kelembagaan, peningkatan standar mutu riset. Serta perluasan kerja sama strategis dengan pemerintah, lembaga negara, perguruan tinggi, media, dan sektor swasta, khususnya dalam bidang riset kebijakan publik dan pengukuran kepuasan masyarakat.

Dengan susunan kepemimpinan baru ini, ALSHCI diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang menjaga kredibilitas, independensi, dan akuntabilitas lembaga survei dan hitung cepat. Sekaligus, menjadi pilar penting dalam mendukung pengambilan kebijakan nasional yang berbasis data dan bukti ilmiah. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button