BREAKING NEWSHukrim

Tak Diberi Uang Rp39 Juta Jadi Motif Terduga Pelaku Bunuh-Bakar Ibu Kandung di Sekotong

Mataram (NTBSatu) – Polda NTB mengungkap motif Bara Primario (33) yang membunuh ibu kandungnya Yeni Rudi Astuti (60) dan membakarnya di Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Yaitu, terduga pelaku sakit hati lantaran korban tidak memberikan uang Rp39 juta.

“Jadi, minta uang untuk bayar utang Rp39 juta. Tapi tidak dikasih,” kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid saat konferensi pers pada Selasa, 27 Januari 2026.

Insiden pembunuhan itu terjadi pada Minggu, 25 Januari 2026. Kepada penyidik Dit Reskrimum Polda NTB pelaku mengaku, ia menghabisi nyawa ibu kandungnya di kediaman mereka di Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram. Rio melilitkan tali di leher korban pada pukul 02.00 Wita.

“Melilitkan tali ke ibu kandungnya yang saat itu tertidur. Lalu menarik tali sekuat tenaga hingga meninggal dunia,” ujar Khalid, sapaan akrab Kabid Humas Polda NTB.

IKLAN

Setelah itu, terduga pelaku membungkus mayat korban dengan kain sprei dan membawanya ke Sekotong menggunakan mobil berwarna putih. Sebelum ke lokasi, pria kelahiran 1993 tersebut terlebih dahulu membeli bahan bakar pertalite.

“Sebelum membakar korban, pelaku sempat melihat situasi sepi dan memarkirkan kendaraannya dan mengangkat korban dari mobil dan membakarnya. Sekitar satu jam, setelah hangus dia pergi meninggalkannya,” beber Kholid.

Kabar ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim Jatanras Polda NTB kemudian bergerak menuju TKP dan mengamankan terduga pelaku pada Senin malam, 26 Januari 2026. Terungkapnya lokasi terduga pelaku berdasarkan penelusuran rekaman CCTV sekitar TKP dan keterangan saksi-saksi.

Sesampainya di lokasi, tim langsung mengecek kendaraan yang terduga pelaku gunakan. Hasilnya, kepolisian menemukan bercak darah di bagasi belakang mobil.

“Itu yang dicurigai bekas pelaku membawa korban,” jelas Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Arisandi.

Kepada polisi, pria yang kesehariannya bekerja sebagai driver online itu mengaku ia lah yang membunuh, membawa, dan membakar korban. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button