Volume Sampah di Sumbawa Tembus 120 Truk per Hari
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Volume sampah di Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa mencatat, ratusan meter kubik sampah masyarakat hasilkan setiap hari dengan intensitas pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sangat tinggi.
Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo mengungkapkan berdasarkan data terakhir, volume sampah yang masuk ke TPA Raberas mencapai angka yang cukup besar.
“Kalau kita bicara sampah di Kabupaten Sumbawa memang cukup tinggi dan terus bertambah. Berdasarkan data kami, di TPA Raberas saja sekitar 120 truk sampah masuk setiap hari,” ungkap Pipin, Selasa, 27 Januari 2026.
Untuk menekan beban TPA yang kian berat, Pipin menekankan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari hulu, yakni di tingkat rumah tangga. Ia berharap, sampah yang dikirim ke TPA ke depan hanya berupa residu yang benar-benar tidak dapat diolah kembali.
Sebagai langkah konkret, DLH Sumbawa berencana mengoptimalkan kembali fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia.
“Saat ini kami memiliki 13 TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). Tahun ini akan kami reaktivasi agar pemilahan sampah bisa berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga menjalankan program budidaya maggot di wilayah Brang Biji untuk menangani sampah organik. Program ini dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga. Sementara itu, sampah non-organik bernilai ekonomis, seperti plastik, akan dikumpulkan dan disalurkan kepada off-taker.
Bakal Bangun TPST
Dalam jangka panjang, DLH Sumbawa telah merancang peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah. Salah satunya melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Raberas.
“Kami sudah mengusulkan pembangunan TPST di TPA Raberas. Tahun 2026 ini kami akan menyiapkan seluruh dokumen pendukung. Mudah-mudahan sesuai arahan kementerian, pembangunannya bisa terealisasi pada 2027,” ujar Pipin.
Hal serupa juga DLH Sumbawa persiapkan untuk TPA Lekong yang melayani wilayah Alas dan Alas Barat. Saat ini, dokumen pengusulan TPST untuk lokasi tersebut sedang dalam tahap penyusunan menyusul TPA Raberas.
Menanggapi masih adanya wilayah yang belum terlayani armada kebersihan serta kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan, termasuk di area jembatan, Pipin menegaskan komitmen DLH untuk terus melakukan pembenahan.
“Kami akan terus berupaya memperluas layanan persampahan pada 2026 ini,” tambahnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, DLH Sumbawa tetap berkomitmen mendata kembali wilayah yang belum terjangkau layanan kebersihan, sekaligus mengintensifkan sosialisasi dan kegiatan gotong royong bersama kecamatan dan kelurahan.
“Harapan kami, masyarakat sudah mulai memilah sampah organik dan non-organik dari rumah, sehingga beban sampah di TPA dapat berkurang,” tutupnya. (*)



