Oknum WN Selandia Baru Pemilik Hotel di Sekotong Diduga Ajak Warga Lokal Threesome
Mataram (NTBSatu) – Oknum Warga Negara (WN) Selandia Baru, pemilik salah satu hotel di Sekotong, Lombok Barat, diduga melakukan kekerasan seksual kepada warga lokal.
Dugaan kekerasan seksual ini terungkap setelah tiga orang datang ke Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram (Unram) pada Senin, 26 Januari 2026. Tiga orang itu terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.
“Barusan saya ketemu dengan dua perempuan dan laki-laki. Mereka melaporkan kasus kekerasan seksual yang dialaminya. Yang pelakunya adalah pemilik hotel di Sekotong, WN Selandia Baru,” jelas Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi kepada NTBSatu.
Salah satu korban itu bercerita, ia sudah lama mengenal pelaku. Oknum WNA itu sempat mengajaknya untuk menikah. Lalu korban mengajak kedua temannya untuk bertemu pelaku.
Pelaku kemudian memaksa mereka melakukan threesome atau aktivitas seksual yang melibatkan tiga orang. “Ada dua perempuan dengan si pelaku. Atau dua laki-laki dengan satu perempuan,” kata Joko.
Segera Laporkan ke Polisi
Dugaan kekerasan seksual itu terjadi beberapa waktu lalu. Pengakuan para korban, kejadiannya berlangsung pada Juli dan September 2025 lalu.
Menurut Joko, pelaku dan istrinya memiliki penyakit kelainan seksual. Mereka mempunyai fantasi tidak seperti orang pada umumnya.
“Pelaku punya fantasi, ketika dia melihat orang atau pasangan orang, ingin melakukan persetubuhan. Dia (pelaku) punya istri, istrinya juga begitu,” beber Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ini.
BKBH Unram berencana melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Joko mengaku, selain keterangan saksi-saksi, pihaknya juga mengantongi bukti lain. Salah satunya, rekaman video perbuatan pelaku.
“Apakah Polres Lombok Barat atau Polda NTB, kami masih diskusikan. Yang jelas kami punya bukti. Pelaku sekarang masih di Lombok,” ujarnya.
Menurut Joko, perilaku WN Selandia Baru mengarah kepada Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Lebih-lebih fenomena ini belakangan terakhir viral di kalangan masyarakat NTB.
Penyimpangan seksual tersebut diakui Joko menjadi atensinya. “Kita punya videonya. Penyimpangan seksual ini kok ada dan menyita perhatian. Ini yang kemudian kami dalami,” ucapnya. (*)



