Tetangga Ungkap Sosok Terduga Pelaku Kasus Mayat Terbakar di Sekotong, Dikenal Santun dan Rajin Ibadah
Mataram (NTBSatu) – Garis polisi masih membentang rapat di sebuah rumah sederhana di kawasan Monjok Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Suasana perumahan yang biasanya tenang kini berubah muram.
Hingga Selasa, 27 Januari 2026, rasa syok masih menyelimuti warga sekitar tersebut setelah terungkap fakta mengejutkan. Bahwa, jenazah wanita yang ditemukan terbakar beberapa hari lalu di Sekotong adalah tetangga mereka sendiri.
Yang lebih membuat prihatin lagi adalah wanita itu dibunuh oleh anak kandungnya sendiri. Rumah korban dan pelaku kini sunyi.
Garis polisi terpasang mengitari rumah bercat putih dengan arsitektur kontemporer tersebut. Sementara itu, warga sekitar mengaku tak bisa tidur sejak malam penangkapan.
“Tidak ada yang menyangka. Sampai sekarang kami masih gemetar,” ujar salah satu tetangga korban yang enggan menyebutkan namanya kepada NTBSatu, Selasa, 27 Januari 2026.
Pelaku berusia sekitar 33 tahun, masih bujang, dan selama ini tinggal berdua dengan ibunya. Sang ayah bekerja sebagai buruh tambang yang kerap bolak-balik Morowali, Sulawesi, sementara adik perempuannya ikut bekerja bersama ayahnya.
Warga selama ini mengenal kehidupan keluarga itu tertutup dan sederhana. Yang membuat semakin terpukul, sosok terduga pelaku justru dikenal sangat baik di mata lingkungan.
“Anaknya itu sopan sekali, pendiam, rajin salat berjemaah, tepat waktu. Kalau dimintai tolong cepat dia datang,” ungkap seorang bapak yang tinggal tak jauh dari rumah korban.
Warga juga mengenal terduga pelaku sebagai pekerja keras. Sehari-hari ia mencari nafkah sebagai pengemudi ojek dan taksi online.
Bahkan, saat gempa Lombok beberapa tahun lalu, ia termasuk warga yang aktif membantu menyalurkan bantuan ke Lombok Utara menggunakan mobil pribadinya. “Dia rajin cari uang, sering narik. Zaman gempa dulu, dia turun langsung bantu orang-orang,” tambah tetangga lainnya.
Warga Sempat Kaget
Malam penangkapan menjadi momen paling mencekam bagi warga. Sejak sekitar pukul 19.00 Wita, Senin malam, 26 Januari 2026. aparat kepolisian melakukan pemeriksaan intensif di rumah tersebut hingga sekitar pukul 22.00 Wita, sebelum akhirnya pelaku dibawa keluar
“Ibu-ibu di komplek syok semua. Kita tidak bisa tidur semalaman,” kata warga.
Sementara itu, korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang aktif bersosialisasi. Ia kerap mengikuti senam bersama warga di kawasan Taman Mayura.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, korban sudah jarang terlihat. “Sabtu Minggu biasanya senam, tapi belakangan sudah tidak,” ujar seorang ibu di komplek tersebut.
Tetangga lainnya mengungkapkan, korban kerap berbagi cerita dan selama ini tidak pernah menunjukkan adanya masalah serius dengan anaknya. “Puluhan tahun kami tinggal di sini. Ibunya sering curhat, tapi kelihatannya baik-baik saja,” tuturnya lirih.
Kini, warga hanya bisa bertanya-tanya, bagaimana tragedi mengerikan ini bisa terjadi di tengah lingkungan yang selama ini mereka kenal aman dan hangat. Polisi masih terus mendalami motif dan kondisi kejiwaan pelaku dalam kasus yang mengguncang nurani masyarakat Sekotong tersebut. (Zani)



