Pameran “Belian”, Seni yang Menghidupkan Pengetahuan, Rasa, dan Tubuh
Mataram (NTBSatu) – Taman Budaya Provinsi NTB kembali mengadakan pameran bertajuk “Belian”, pada Selasa, 13 Januari 2026. Belian tak lagi sekadar dimaknai sebagai penyembuh.
Melalui sebuah pameran seni berbasis riset selama hampir dua tahun, belian hadir sebagai semesta pengetahuan yang luas. Sekaligus pengalaman ruang, rasa, dan tubuh yang jarang dijumpai dalam pameran seni rupa di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pameran “Belian” ini merupakan pengejawantahan dari riset panjang yang berupaya menghadirkan kembali pengetahuan para belian melalui bahasa seni rupa.
Kurator pameran, Muhammad Dibawahi menegaskan, pameran ini tidak berhenti pada representasi visual semata, tetapi membuka ruang eksplorasi lintas indra dan pemaknaan.
“Pengetahuan para belian sangat luas. Ia hidup, bergerak, dan berlapis. Itu yang kami coba hadirkan melalui kerja-kerja seniman dan partisipan,” ujarnya.
Berbeda dari pameran seni pada umumnya, “Belian” mempertemukan kerja riset ilmiah dengan kerja seni yang eksploratif dan spekulatif. Seni rupa diposisikan sebagai laboratorium eksperimentasi visual tanpa batas ruang di mana riset tidak dibekukan menjadi data, tetapi dialami sebagai pengalaman.
Tidak hanya menyuguhkan visual, pameran ini juga menghadirkan pengalaman sensori lain seperti bau dan audio. Pengunjung diajak mengalami ruang pameran secara tidak lazim: berdiri, membungkuk, hingga duduk. Sebuah pendekatan yang, menurut kurator, menjadi pengalaman ruang baru dalam konteks pameran seni di NTB.
Selama ini, belian kerap dipersempit maknanya sebagai penyembuh. Melalui pameran ini, makna tersebut diperluas.
Belian dibaca ulang sebagai penjaga, pemberi legitimasi, mediator, pengasuh. Sekaligus pengobat peran-peran yang saling bertaut dalam kehidupan sosial dan kultural masyarakat.
Sibawaihi berharap, pengunjung dan masyarakat tidak hanya memahami belian secara kognitif, tetapi merasakan lebih dalam. “Harapan kami, pengunjung tidak hanya memahami belian secara kognitif, tetapi juga merasakannya.” tegasnya
Lebih jauh, pameran ini harapannya memberi tawaran baru dalam cara mempresentasikan seni rupa sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi pengunjung. Bukan sekadar pulang dengan pengetahuan baru, tetapi dengan sensasi seolah “terlahir kembali” dalam pemahaman tentang belian. (Marwah)



