Kesehatan

NTB Bebas Wabah ASF, Masyarakat Diminta Tetap Waspadai Gejala Mirip Influenza

Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Kesehatan, buka suara terkait isu wabah African Swine Fever (ASF).

Setelah melakukan pemantauan situasi kesehatan sesuai standar World Health Organization (WHO) dan pengawasan lapangan, Dinas Kesehatan NTB memastikan hingga hingga saat ini belum ada satu pun laporan terkait kasus ASF di seluruh daerah.

“Sampai saat ini belum ada kasus terlapor. Dari Kementerian Kesehatan juga belum ada rilis,” kaya Humas Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Sally Dwi Aryani kepada NTBSatu, Jumat, 9 Januari 2026.

Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gejala penyakit lain yang tengah merebak, seperti varian baru Influenza (super flu).

IKLAN

Beberapa gejala yang harus masyarakat waspadai, mulai dari demam tinggi yang mencapai 39-41 derajat Celcius, batuk, nyeri otot. Kemudian, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemah dan berat.

Sebagai informasi, wabah ASF atau kasus Demam Babi Afrika tidak menyerang manusia, namun hanya terjadi pada babi. Kasusnya sudah menyebar luas ke 32 provinsi di Indonesia hingga per 2024.

Sebagai infomasi, Demam Babi Afrika merupakan penyakit yang timbul karena adanya virus African Swine Fever (ASF). Virus tersebut sangat menular pada babi domestik dan liar, dengan tingkat kematiannya mencapai 100 persen.

Meski tidak menular dan menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia, namun penularan antar babi bisa terjadi dengan sangat cepat. Merebaknya wabah ASF ditakutkan bisa membahayakan pertumbuhan ekonomi di sektor peternakan.

Pemprov NTB berkomitmen terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas sektor, untuk memastikan kesehatan masyarakat terus terkendali. Masyarakat diminta untuk tetap melakukan verifikasi terhadap isu palsu, serta mengikuti imbauan resmi pemerintah dan tenaga kesehatan. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button