Pemerintahan

Masuk Bursa Sekda NTB, Abul Chair Serahkan pada Proses Seleksi Bersih

Mataram (NTBSatu) – Sebagai Calon Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair memiliki prinsip seperti calon yang lain. Yaitu, memberikan kontribusi terbaik bagi Provinsi NTB.

Menurutnya, 10 orang yang bersaing merebutkan “kursi nomor tiga” di NTB ini, masing-masing memiliki kapasitas dan pengalaman yang bisa menjadi modal pengabdian. Kendati demikian, Abul Chair memilih tak berkomentar jauh.

“Untuk saat ini saya mohon maaf belum bisa banyak memberikan komentar dan memilih mengikuti seluruh proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan niat yang baik dan proses seleksi yang baik pula, InsyaAllah akan terpilih figur terbaik demi keberlangsungan pemerintahan dan kemajuan NTB,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 1 Januari 2026.

Bagaimana profil Abul Chair, salah satu dari dua pejabat luar daerah yang dinyatakan lolos seleksi administrasi?

IKLAN

Abul Chair tak bisa dipandang sebelah mata. Lahir di Sumenep, Jawa Timur, Abul Chair justru mengawali dan menghabiskan masa pengabdiannya di berbagai wilayah Indonesia Timur. Mulai dari Papua, Nusa Tenggara Timur, hingga Sulawesi Utara. Pengalaman lintas daerah ini membentuk kapasitas kepemimpinan dan manajerialnya di birokrasi nasional.

Saat ini, Abul Chair menjabat sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, posisi strategis yang ia emban sejak Januari 2023. Ia resmi menggantikan Alexander Rubi Satyoadi berdasarkan SK Kepala BPKP Nomor: KP.01.03/KEP-523/K/SU/2022.

Pendidikan Akuntansi dengan Rekam Jejak Gemilang

Dari sisi akademik, Abul Chair memiliki latar belakang pendidikan yang solid di bidang akuntansi. Ia merupakan lulusan Universitas Jember dengan konsentrasi D.III Akuntansi 20 Februari 1992.

Kemudian beralih melanjutkan pendidikan D.III Akuntansi pada 9 November 1994 dan melanjutkan S.1/D.IV Akuntansi 11 Desember 2000.

Kombinasi pendidikan dan pengalaman pengawasan keuangan negara menjadikannya figur yang diperhitungkan dalam kontestasi Sekda NTB.

10 Peserta Lolos Administrasi Seleksi Sekda NTB

Sebelumnya, pendaftaran seleksi calon Sekda NTB resmi ditutup pada Sabtu, 20 Oktober 2025. Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Prof. Riduan Mas’ud menyampaikan, seluruh 10 pendaftar lolos seleksi administrasi.

“Dari 10 peserta tersebut, tujuh merupakan pejabat eselon II lingkup Pemprov NTB, satu pejabat kabupaten, dan dua lainnya pejabat luar daerah,” ujar Prof. Riduan.

Seluruh peserta akan mengikuti tes asesmen pada 22–24 Desember 2025 di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tes ini meliputi penilaian potensi, kompetensi manajerial, serta sosial kultural. Tahapan berikutnya adalah tes kesehatan, kejiwaan, dan bebas narkoba pada 23–24 Desember 2025.

“Seleksi ini nantinya akan menghasilkan tiga besar calon Sekda NTB yang diusulkan ke Pemerintah Pusat hingga ditetapkan satu nama untuk dilantik sebagai Sekda NTB definitif,” jelas Prof. Riduan.

Dua Peserta dari Luar NTB

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi NTB, Tri Budiprayitno membenarkan, dari 10 peserta terdapat dua pejabat dari luar NTB.

“Satu peserta kelahiran NTB namun bertugas di luar daerah. Satu lainnya memang bukan orang asli NTB,” ungkapnya.

Meski bukan kelahiran NTB, dalam konteks seleksi Sekda NTB, Abul Chair tetap sah dan memenuhi syarat sebagai peserta dari luar daerah.

Keikutsertaannya dalam seleksi ini menekankan bahwasanya Seleksi Sekda NTB terbuka dan kompetitif, memberi ruang bagi figur berpengalaman nasional untuk bersaing demi memperkuat birokrasi NTB ke depan. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button