Lingkungan

KDM Kritik Kondisi Lingkungan Indonesia Pascamerdeka, Bandingkan saat Dijajah Belanda

Jakarta (NTBSatu) – Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor mendadak memanas, setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM menyampaikan pidato bernada keras yang mengejutkan para hadirin.

Acara yang semula berlangsung dalam nuansa formal, berubah riuh ketika Dedi melontarkan kritik tajam mengenai kondisi Indonesia saat ini.

Salah satu pernyataannya bahkan viral di media sosial, karena menyentil soal penjajahan Belanda dan keadaan lingkungan Indonesia pascakemerdekaan.

Pernyataannya menjadi semakin relevan di tengah bencana banjir dan longsor yang kembali melanda sejumlah wilayah di Sumatra.

IKLAN

Dalam pidatonya, KDM menyinggung kembali keluhan generasi muda yang belakangan ramai di berbagai platform digital. Saat ia mulai membacakan kutipan tersebut, suasana ruangan langsung hening.

“Belanda menjajah Indonesia 350 tahun. Gunung utuh, samudera masih terbentang luas, sungai-sungai jernih. Dia meninggalkan perkebunan yang terhampar, bangunan-bangunan yang indah, jalan-jalan yang kuat, jembatan kereta api yang kokoh,” ujar KDM di hadapan hadirin dalam unggahan video YouTube Humas Jabar, mengutip Jumat, 12 Desember 2025.

Dedi kemudian membandingkan kondisi itu dengan keadaan Indonesia setelah delapan dekade merdeka. “Indonesia merdeka 80 tahun. Gunung gundul, sungai keruh. Hutang menggunung, bangunan-bangunan hampir tidak ada yang berkualitas, jalan-jalan mudah rusak, jembatan mudah roboh,” ucapnya dengan nada lantang.

Pernyataan pamungkasnya menjadi pemicu gemuruh di seluruh ruangan. “Pertanyaannya adalah siapa yang penjajah itu?,” tanya Dedi.

Ungkapan tersebut segera menyebar di ruang publik, terutama setelah pernyataan KDM dirasa sejalan dengan yang terjadi di bencana Sumatra. Pada beberapa daerah, banjir bandang dan longsor diduga dipicu oleh kerusakan hutan dan alih fungsi lahan yang berlangsung bertahun-tahun. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button