BERITA NASIONAL

Jawa Barat Bakal Punya 2 Tol Baru Senilai Rp25 Triliun, Ini Lokasi dan Rutenya

Mataram (NTBSatu) – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan rencana pembangunan dua ruas tol baru dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp25 triliun.

Langkah ini diambil sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di beberapa jalur strategis.

Dedi Mulyadi mengumumkan langsung proyek ini melalui kanal YouTube pribadinya, Kang Dedi Mulyadi Channel.

1. Tol Puncak

Tol ini akan membentang sepanjang 51,8 kilometer dan telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Tujuannya jelas, mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi momok di kawasan Puncak, Bogor.

IKLAN

Rute Tol Puncak akan melewati wilayah Caringin, Megamendung, dan Cisarua, lalu berakhir di Cianjur.

Pemerintah menargetkan proses konstruksi dimulai pada 2026. Total anggaran pembangunan ditaksir mencapai Rp25 triliun, mencakup seluruh aspek mulai dari pembebasan lahan hingga pengerjaan fisik.

2. Tol Pasteur–Lembang

Tol ini merupakan bagian dari komitmen politik Dedi Mulyadi saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat.

Meskipun jadwal pembangunannya belum ada kepastian, proyek ini harapannya mampu menjadi alternatif penghubung Jakarta–Lembang tanpa harus melewati kawasan macet seperti Jalan Dr. Djunjunan, Sukajadi, hingga Setiabudi di Kota Bandung.

IKLAN

Menurut laporan AyoBandung, Tol Pasteur–Lembang nantinya akan tersambung langsung dengan Gerbang Tol Pasteur yang merupakan bagian dari jaringan Tol Padaleunyi.

Dengan begitu, kendaraan dari arah Jakarta bisa langsung menuju Lembang tanpa harus menembus kemacetan pusat kota.

Sebaliknya, pengemudi dari Lembang juga akan lebih mudah mengakses Tol Padaleunyi menuju Jakarta, sekaligus mengurangi beban lalu lintas di kawasan Pasteur yang selama ini menjadi titik kemacetan kronis.

Pembangunan dua ruas tol ini menandai komitmen Dedi Mulyadi dalam membenahi infrastruktur transportasi di Jawa Barat.

Jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini bisa mempercepat mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Berita Terkait

Back to top button