Namanya Diseret dalam Kasus Bagi-bagi Uang, Ketua DPRD NTB: Saya Tidak Lakukan itu!

Mataram (NTBSatu) – Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda angkat bicara terkait namanya diseret dalam kasus dugaan bagi-bagi uang “siluman” di internal DPRD NTB.
Ia menegaskan, tidak pernah melakukan hal demikian. Namun ia tak menampik, jika saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2025.
“Kalau soal apa yang terjadi (bagi-bagi uang), saya tidak tahu selaku ketua DPRD. Apalagi dituduhkan pimpinan membagi uang. Saya tidak tahu. Saya tidak lakukan itu dalam hidup saya,” tegas Isvie melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis, 24 Juli 2025.
Politisi Partai Golkar ini mengaku, sama sekali tidak merasa keberatan namanya disebut terlibat dalam kasus ini. Sebab, faktanya ia tidak terlibat dalam kasus ini.
“Saya kira nanti fakta hukum akan berbicara. Tidak usaha saya banyak komentar. Benar kalau saya membahas APBD bersama teman-teman DPRD lama, tidak bisa kita abaikan itu. Tapi kalau sekarang misalkan dia tuduh bagi-bagi uang, itu tidak benar,” jelasnya.
Dugaan bagi-bagi uang siluman di gedung udayana heboh diberitakan. Bahkan, sempat membuat gaduh orang-orang di gedung perwakilan rakyat itu.
Kendati demikian, Isvie berharap, semua anggota dewan tetap tenang dan berpikir tenang atas persoalan ini.
“Saya kira teman-teman cooling down, tidak semua hal dimediakan. Ada yang perlu dan ada yang tidak. Tidak semua kita tahu kita mediakan itu harapan saya. Dan selalu saya sampaikan itu pada anggota,” pungkasnya.