Mataram (NTBSatu) – Momen menerima Tunjangan Hari Raya (THR) memang selalu bikin hati senang.
Tapi, sayangnya, tidak sedikit yang akhirnya kehabisan uang THR dalam waktu singkat tanpa hasil yang nyata. Padahal, kalau dikelola dengan baik, THR ini bisa jadi modal keren buat memperbaiki kondisi keuangan.
Nah, dua buku populer ini bisa jadi panduan efektif buat mengelola THR dengan lebih bijak. Yakni “I Will Teach You To Be Rich” oleh Ramit Sethi dan “The Psychology of Money” dari Morgan House.
Buat Rencana Keuangan yang Rapi dan Terstruktur
Menurut Ramit Sethi, kunci sukses mengelola uang adalah dengan menciptakan sistem keuangan yang otomatis dan terencana.
Tidak perlu ribet, yang penting jelas dan langsung diterapkan. Misalnya, kamu baru dapat THR sebesar Rp10 juta. Agar uang tersebut tidak menguap begitu saja, coba bagi menjadi beberapa pos berikut:
– Tabungan dan Investasi (20 persen).
Langsung alokasikan Rp2 juta ke tabungan atau investasi. Simpan di rekening terpisah atau aplikasi investasi agar tidak tergoda untuk menggunakannya.
– Bayar Utang (20 persen), kalau punya utang atau cicilan
Alokasikan sekitar Rp2 juta untuk mengurangi beban finansial di masa depan dan menghindari bunga yang terus bertambah.
– Pengeluaran Lebaran (50 persen)
Gunakan sekitar Rp5 juta untuk kebutuhan Lebaran seperti mudik, zakat, atau belanja keperluan pokok. Pastikan kebutuhan utama terpenuhi tanpa mengorbankan rencana jangka panjang.
– Hiburan dan Gaya Hidup (10 persen)
Tetap boleh menikmati hasil kerja keras, kok! Sisihkan Rp1 juta untuk hal-hal menyenangkan, seperti beli hadiah buat keluarga atau merayakan Lebaran dengan lebih seru.
Sethi juga menyarankan untuk membuat semua proses ini menjadi otomatis. Begitu THR diterima, langsung pindahkan sebagian ke tabungan atau investasi secara otomatis.
Cara ini memastikan kamu tidak perlu mengandalkan disiplin diri setiap saat karena prosesnya sudah berjalan sendiri.
Lawan Godaan Hedonistic Adaptation ala Morgan House
Kalau Ramit Sethi fokus pada struktur, Morgan Housel lebih mengajak untuk memahami perilaku dan emosi yang sering bikin dompet terkuras.
Housel menjelaskan fenomena yang disebut Hedonistic Adaptation. Yaitu kecenderungan seseorang untuk terus meningkatkan gaya hidupnya setiap kali mendapatkan lebih banyak uang.
Jadi, begitu THR cair, ada dorongan besar untuk langsung belanja dan memenuhi keinginan yang selama ini tertahan.
Sebelum terburu-buru menghabiskan uang, coba tanyakan pada diri sendiri, apakah barang ini benar-benar penting atau hanya keinginan sementara.
Housel juga mengingatkan bahwa kebahagiaan dari uang tidak selalu berasal dari menghabiskannya untuk diri sendiri. Coba alokasikan sebagian untuk:
– Zakat atau Donasi
Memberi kepada yang membutuhkan bukan hanya bikin hati lebih tenang, tapi juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai nilai uang.
– Pengalaman Berharga
Menggunakan uang untuk menciptakan pengalaman, seperti liburan keluarga atau kegiatan yang membangun, lebih berarti dibandingkan hanya mengoleksi barang.
Biarkan THR Berkembang dengan Investasi
Jika Anda sudah menyisihkan Rp2 juta untuk investasi, sekarang tinggal pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan kamu. Beberapa opsi menarik:
– Investasi Jangka Pendek (1–3 Tahun)
Kalau mencari yang aman dan mudah dicairkan, coba Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) atau Deposito Berjangka.
Potensi imbal hasilnya sekitar 4–6 persen per tahun. Cocok untuk rencana jangka pendek, misalnya persiapan liburan atau renovasi kecil.
– Investasi Jangka Menengah (3–5 Tahun)
Ingin hasil lebih besar tapi tetap aman, kamu boleh mempertimbangkan berinvestasi di Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Campuran yang bisa menghasilkan 7–12 persen per tahun.
Atau, pilih Obligasi Negara (ORI/SBR) yang bunganya lebih tinggi daripada deposito, sekitar 5–7 persen per tahun.
– Investasi Jangka Panjang (Lebih dari 5 Tahun)
Kalau kamu berani mengambil risiko demi hasil yang lebih besar, Saham atau Reksa Dana Saham menawarkan potensi keuntungan hingga 10–15 persen per tahun.
Kalau ingin yang lebih stabil, Emas juga bisa jadi pilihan menarik yang cenderung tahan terhadap inflasi.
Nikmati THR Tanpa Rasa Bersalah
Mengelola THR dengan cerdas bukan berarti kamu tidak boleh menikmati hasil kerja kerasmu. Justru, yang terpenting adalah mengalokasikan dengan tepat agar sebagian THR bisa bekerja dan memberikan manfaat jangka panjang.
Gabungkan tips dari Ramit Sethi yang mengutamakan struktur keuangan, dengan panduan dari Morgan Housel yang menekankan pengendalian perilaku dan emosi. Kombinasi tips ciamik dari keduanya bisa membuat THR kamu jadi lebih dari sekadar uang yang numpang lewat. (*)