Kota Bima (NTBSatu) – Dua kader PAN dari Kota Bima, yakni Feri Sofyan dan Muhammad Syafrudin atau Rudy Mbojo akan bersaing dalam merebut tiket PAN menuju Pilkada Kota Bima 2024.
Selain itu, keduanya juga sudah mendaftar sebagai bakal calon wali kota dan/atau wakil wali kota di beberapa partai politik.
Bahkan, beberapa hari sebelumnya beredar surat rekomendasi DPP PAN yang diberikan kepada Rudy Mbojo untuk maju Pilkada Kota Bima. Namun, kata Ketua DPW PAN, H. Muazzim Akbar surat rekomendasi tersebut belum final.
Ketua DPD PAN Kota Bima, Feri Sofyan menanggapi terkait persaingan dengan Rudy Mbojo dalam merebut tiket PAN menuju Pilkada Kota Bima.
Ia menganggap, ini hanya dinamika dalam perpolitikan dan itu merupakan suatu keniscayaan.
“Itu menunjukan bahwa PAN tidak kekurangan kader,” kata mantan Wakil Wali Kota Bima itu kepada NTBSatu, Senin, 27 Mei 2024.
Feri Sofyan juga menanggapi terkait DPP yang sudah memberikan rekomendasi kepada Rudi Mbojo. Padahal oleh DPW dan DPD PAN, ia merupakan calon tunggal yang diusulkan.
Berita Terkini:
- Profil Nuryanti, Sosok Srikandi Industrialisasi NTB yang Kini Dipercaya di Pemerintah Pusat
- DPMPTSP Kota Mataram Minta Pengembang Patuhi Izin Bangun
- Tahun Ajaran Baru, Empat SD di Mataram Resmi Merger dan Berganti Nama
- Rekrutmen CASN Kota Mataram 2026: Kuota CPNS Capai 80 Persen, Pendaftaran Diprediksi Triwulan III
- Tindak Lanjuti Arahan Kemendagri, DPRD KSB Minta Pemda Kaji Ulang Skema Penjualan Aset Smelter
“Masalah usulan DPD dan DPW itu adalah mekanisme dan pedoman organisasi yang berlaku dalam internal PAN sebagai sebuah organisasi politik yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Menurutnya, proses tersebut harus dilewati secara bertingkat, walaupun terkadang nanti tidak berbanding lurus dengan keinginan kader secara personal.
“Soal siapa yang akan direkomendasikan nanti, ya kami hargai dan anggap itu dinamika politik biasa aja,” ujarnya.
Ia menegaskan, mengenai siapa yang akan diusulkan untuk maju di Pilkada Kota Bima, hanya bisa diputuskan oleh DPP.
“Semua akan diputuskan oleh DPP, karena rule of game di internal partai kami itu adalah hasil keputusan dalam kongres dan apa yang kami lakukan sudah melalui tahapan dan mekanisme yang menjadi pedoman organisasi,” pungkasnya. (MYM)



