BERITA NASIONALBREAKING NEWSEkonomi BisnisPemerintahan

BREAKING NEWS – Stan Pemeran NTT di World Water Forum Jebol, Pedagang Panik 

Badung (NTBSatu) – Insiden terjadi di area pameran ekonomi kreatif kawasan Bali Collection, Nusa Dua, Selasa 21 Mei 2024. Sedikitnya dua stan dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT)  jebol saat hujan lebat mengguyur. 

Tidak ada korban dalam insiden ini, namun barang barang pameran bernilai tinggi jadi berantakan. 

Kronologi awalnya sekitar Pukul 09.30 Wita, salah seorang penjaga stan berteriak setelah mendengar suara ambruk dari langit langit stan binaan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II.

Empat orang yang tadinya berjaga di dalam stan berhamburan. Mereka berlindung di stan seberang milik Lampung. 
Air hujan seketika mengucur dari celah celah papan triplek yang jadi bahan plafon stan. Lambat laun, plafon patah bersusulan akibat tak mampu menahan air hujan yang semakin deras. 

IKLAN

Barang barang pameran sebagian basah, sebagian bisa diselamatkan dibantu petugas penanggung jawab pameran. 
Pemilik stan dari daerah lain ikut panik, karena aliran listrik yang belum diputus. 

James Andreas Bate, salah seorang petugas stan NTT mengaku, awalnya kaget dengan suara plafon patah. 

“Sebelum patah, memang ada rembesan air dari celah celah lampu neon. Semakin keras rembesan karena hujannya makin deras tadi,” kata James kepada NTBSatu

Suara seperti kayu patah terdengar dua kali. Sampai akhirnya yang ketiga kalinya patah total.  Kerusakan  merembet ke stan KS Eco Bag, namun beruntung tidak terlalu parah. Hanya saja semua barang barang harus dievakuasi. 

Semua barang akhirnya berhasil diselamatkan setelah tiba para petugas jaga area pameran. Aliran  listrik juga berhasil dipadamkan. 
Setelah hujan benar benar reda,  akhirnya  semua barang barang dibereskan. 

Kepala Satker PJPA BWS NT 2, Berna Deta Tea yang ada di stan yang sama juga tak kalah kaget. Ia turut menghambur keluar dari ruang berbentuk boks berukuran sekitar 4 x 2 meter tadi.

Detik detik stan pameran UMKM milik NTT jebol di arena pameran Bali Collection World Water Forum, Nusa Dua, Bali. Foto: Haris Al Kindi

Akibat kejadian ini, para pelaku usaha mengaku menyesalkan desain stan yang terkesan asal asalan.  Bagian atap tidak dilapisi seng atau bahan penahan air hujan lainnya. Melainkan hanya berupa triplek, sehingga mudah jebol. “Mereka katanya tidak memperhitungkan hujan selama pameran. Karena sudah ada rekayasa cuaca,” sesal salah seorang pegawai BWS NT 2.

Dampak kejadian ini, produk produk ekonomi kreatif sebagian rusak. Seperti tenun bernilai jutaan dan pernak pernik bernilai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hingga berita ini ditulis, pihak vendor yang membangun stan UMKM belum tiba di lokasi.
Dampak lain, stan pameran dan UMKM lainnya sempat tutup karena air merembes dan khawatir terjadi hujan susulan. Termasuk stan dari NTB. Riana Melia yang memasarkan produk mutiara di stan itu terpaksa menutup sementara jualannya. “Tunggu diperbaiki vendor dulu,” ujar wanita berdomisili di Bali ini. (HAK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button