ADVERTORIAL

Kuatkan Ideologi Pengurus Ortom dan UKM, Ummat Gelar Baitul Arqam dan Kemah Dakwah

Mataram (NTBSatu) – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) resmi membuka kegiatan Baitul Arqam dan Kemah Dakwah Organisasi Otonom (Ortom) dan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM), di Batu Layar Hotel Senggigi, Kamis, 9 Mei 2024.

Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Pengkajian Pengembangan Pengamalan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3IK) Ummat selama 3 hari 4 malam, hingga Minggu, 12 Mei 2024.

Dua kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Penguatan Ideologi Pengurus Ortom dan Lembaga Kemahasiswaan sebagai Pelopor Dakwah Kampus’.

Rektor Ummat, Drs. Abdul Wahab, MA., yang diwakili Wakil Rektor III, Dr. Erwin, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan. Ia menyampaikan, tujuan digelarnya Baitul Arqam dan Kemah Dakwah ini untuk internalisasi ideologi di dalam standar mutu pengembangan dan implementasi nilai Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen Ummat dalam mendukung dakwah dan pembinaan keislaman di lingkungan kampus.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengurus Ortom dan UKM dapat menjadi agen perubahan hal-hal baik dalam mem-branding institusi kita yang mampu membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” harap Erwin.

Ketua LP3IK Ummat, Muhammad Anugerah Arifin, M. Pd.I., menyambut hangat para peserta dan menjelaskan, kalau kegiatan ini bentuk perkaderan yang dilakukan untuk membentuk kader-kader yang kuat.

“Kalau kita merujuk pada perjuangan para pendahulu kita pendiri Muhammadiyah, semuanya melaksanakan kegiatan-kegiatan perkaderan, pengajian, dakwah tidak difasilitasi dengan baik oleh organisasi. Bahkan, K.H Ahmad Dahlan melelang barang-barang pribadinya untuk membiayai jalannya pendidikan, sekolah-sekolah Muhammadiyah saat itu. Namun dari perjuangan yang keras itu, bisa melahirkan persyarikatan Muhammadiyah yang besar dan amal usaha terbanyak di Indonesia,” ungkapnya.

Harapannya melalui kegiatan Baitul Arqam dan Kemah Dakwah, para pengurus Ortom dan UKM mampu mengikuti kegiatan dengan baik dan mencerna semua materi yang didapat.

“Karena setiap mereka yang berjuang melalui proses yang lebih keras tentu akan tumbuh jadi lebih kuat. Pohon kurma bisa kuat akarnya, karena proses penanamannya jauh lebih sulit dan bisa menghasilkan buah yang manis di tengah gersangnya gurun pasir. Maknanya, teman-teman yang melalui proses perkaderan lebih dari lainnya diharapkan bisa melahirkan buah yang manis untuk amaliah dakwah persyarikatan di lingkungan kampus,” harapnya.

Ketua BPH Ummat, yang diwakilkan Bendahara Umum, Drs. Muhammad Ardi Syamsuri juga menjelaskan, Baitul Arqam merupakan bagian dari sistem perkaderan Muhammadiyah.

“Dalam SPM dijelaskan ciri-ciri yang harus ada dalam diri kader, yaitu yang pertama, berjiwa islam berkemajuan, (Aroju Ilalquran Wasunah, menghidupkan ijtihad dan tajdid, berjiwa wasathiyah, dan menjadi rahmatan lil alamin, ciri yang kedua, berintegritas, dan yang terakhir punya kompetensi,” amanatnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menghasilkan kader-kader yang memiliki ciri-ciri yang diharapkan persyarikatan di atas,” tambahnya. (JEF/*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button