Dugaan Korupsi Dinas P2KBP3A Sumbawa, Polisi Kembali Klarifikasi Rekanan
Mataram (NTBSatu) – Salah satu rekanan kembali diklarifikasi Polres Sumbawa terkait dugaan korupsi di Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
“Sudah, satu lagi rekanan kembali kami mintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Sumbawa, Iptu Regi Halili kepada NTBSatu, Jumat, 19 April 2024.
Rekanan tersebut kembali diklarifikasi karena telah membawa dokumen lengkap yang dibutuhkan pihak kepolisian.
Diketahui sebelumnya, Sat Reskrim telah memanggil sejumlah rekanan. Namun, karena tidak membawa dokumen yang dibutuhkan, mereka diminta melengkapi berkas tersebut terlebih dahulu.
“Baru satu yang sudah memenuhi dokumen yang kami butuhkan,” ungkapnya.
Berita Terkini:
- Survei Indikator: 79,9 Persen Publik Puas Terhadap Kinerja Presiden Prabowo
- Duta Besar RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia
- Izin BKN Terbit, Sembilan Pejabat Eselon II Pemkot Mataram Siap Dilantik Pekan ini
- Ratusan Lahan Pemkot Mataram Belum Bersertifikat, Sekda: Kita Kejar Status “Clean and Clear”
Diakui Regi Halili, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya tengah melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket).
“Masih penyelidikan. Pemeriksaan masih kami lakukan,” ujar Regi.
Sebagai informasi, polisi mengusut kasus dugaan korupsi di salah satu bidang pada Dinas P2KBP3A Sumbawa.
“Ada kegiatan (di Bidang Pengendalian Penduduk Advokasi dan Informasi) yang belum dilaksanakan sepenuhnya,” ucap Regi, Rabu, 17 April 2024.



