Dewan Minta Generasi Muda Lotim Stop Jadi Tenaga Honorer, Mulai Genjot Fungsi BLK
Selong (NTBSatu) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, Daeng Paelori, meminta agar generasi muda Lombok Timur tidak lagi tertarik menjadi tenaga honorer.
Selain karena pengangkatan honorer mulai distop pusat mulai 2024, kata Paelori, gaji yang didapatkan pun terlampau kecil sehingga sulit untuk meningkatkan taraf hidup generasi muda.
“Mereka hanya dapat Rp300 ribu, itupun dibayar tiap tiga bulan. Saya mengimbau, jangan lagi bermimpi menjadi tenaga honda (honorer daerah). Tidak sesuai,” kata Paelori, Rabu, 13 Desember 2023.
Ia pun meminta Pemerintah Daerah (Pemda) agar lebih membantu dan mendorong inisiatif generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja mandiri.
“Pemda harus mulai berpikir format apa yang harus kita lakukan di tengah membeludaknya lulusan-lulusan sekolah ini,” ujarnya.
Berita Terkini:
- Pantai Samota Sumbawa Tercemar Sampah, Wisatawan Kecewa
- Ekonomi Kreatif Musim Haji, Sawah Disulap Jadi Deretan Tenda dan Kamar
- 47 Siswa SMAN 1 Mataram Dinyatakan Lulus SNBP 2026
- Tak Sekadar Paving dan Material, DPRD NTB Dorong PT GNE Fokus pada Bisnis Berbasis Masyarakat
Menurutnya, salah satu kiat yang dapat dilakukan adalah dengan menggenjot Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Lombok Timur.
“Manfaatkan BLK kita, kan kita punya BLK Internasional. Tampung mereka, bantu mereka,” pintanya. (MKR)



