Menag Yaqut Sindir Kelompok yang Sering Manfaatkan Nama Besar Gus Dur, Padahal Pengkhianat
Mataram (NTB Satu) – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyinggung adanya kelompok yang memanfaatkan nama besar Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dalam kepentingan pribadi.
Sindiran itu ia lontarkan saat memberi sambutan dalam acara Launching Logo dan Tema Hari Santri 2023 di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2023.
Awalnya, Yaqut mengatakan kalangan santri memiliki jejak sejarah dalam perjuangan Indonesia. Di mana adanya peristiwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Berita Terkini:
- 566 Warga Binaan Lapas Sumbawa Dapat Remisi Idulfitri 1447 Hijriah
- 347 Narapidana Lapas IIB Selong Lombok Timur Terima Remisi Idulfitri 1447 H
- Salat Idulfitri di Lapangan Pahlawan, Jarot–Ansori Serukan Persatuan dan Refleksi Pembangunan Sumbawa
- Momen Idulfitri 1447 H, Bupati Paparkan Pemerataan Kartu KSB Maju dan Strategi Transformasi Ekonomi Pasca Tambang
“Ketika Indonesia merdeka kemudian negara penjajah, sekutu ingin kembali menjajah Indonesia, santri juga tampil ke depan untuk mempertahankan Indonesia yang kemudian kita kenal dengan resolusi jihad yang ditakbirkan oleh Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari yang melibatkan semua santri,” kata Yaqut, dikutip dari CNN Indonesia.
Atas dasar sejarah itu, menurutnya, wajar jika pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri. Yaqut kemudian mengatakan para santri juga terlibat dalam perlawanan di masa 1965 melawan PKI.
“Ketika PKI memberontak negeri ini, santri juga terlibat dalam perlawanan langsung terhadap mereka kemudian lahir Orde Baru,” jelasnya.



