Kadinsos NTB Klaim Pendistribusian Air Bersih Tak Butuh Anggaran Besar
Mataram (NTB Satu) – Puncak kekeringan di Provinsi NTB diperkirakan akan terjadi pada September 2023. Akibatnya, beberapa daerah di NTB pasti akan mengalami kekurangan air bersih.
Tentu dalam menyusuri daerah-daerah yang terdampak kekeringan untuk didistribusikan air bersih memerlukan anggaran.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan, sebenarnya tidak membutuhkan anggaran yang besar.
Berita Terkini:
- Mobil MBG di NTB Diduga Dipakai Jemput Keluarga dan Wisata, BGN Siap Jatuhkan Sanksi Penutupan Dapur
- Dilema Anggaran PPPK Pemkab Lobar, Bupati LAZ Siapkan Dua Skenario
- BPK Ungkap Kerugian Besar Tiga Musim MotoGP Mandalika, ITDC Beri Klarifikasi
- Diskominfo Catat Sistem Informasi 46 Desa di Lombok Tengah Tidak Aktif
Pemerintah hanya perlu menyiapkan anggaran untuk operasional sopir, petugas Tagana, dan bahan bakar mobil tangki.
“Air tidak usah beli, airnya tinggal ambil saja di mata air. Sehingga cost yang dikeluarkan dalam pendistribusian air bersih itu hanya untuk operasional pengemudi, petugas, dan BBM,” kata Khalik, Senin, 11 September 2023.
Dalam hal pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak, Dinsos NTB sudah mendistribusikan 165 ribu liter air bersih, yang tersebar di beberapa wilayah Pulau Lombok. Sedangkan untuk Pulau Sumbawa, kata Khalik, akan ditangani oleh Dinsos dan BPBD Kabupaten dan Kota masing-masing.



