NTB

Begini Proses Pengolahan Sampah Jadi Tenaga Listrik di TPAR Kebon Kongok

Mataram (NTB Satu) – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB untuk mengurangi kelebihan kapasitas sampah di Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok Lombok Barat.

Salah satu yang diupayakan adalah dengan mengolah ulang sampah organik menjadi sampah refusederived fuel (RDF) berbentuk pelet. Nantinya digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di PLTU Jeranjang.

Langkah-langkah pembuatanya terbilang cukup mudah, sampah organik terutama daun ranting kecil dipilah dan dimasukkan ke kontainer besar sebagai bahan baku RDF.

Lalu bahan baku organik di kontainer tersebut disirami dengan cairan pupuk pertanian dan ditunggu hingga benar-benar kering.

“Daun dan ranting kecil ini kami sirami dengan campuran cairan EM4 dengan air, lalu kita tunggu selama 7 hari sampai benar-benar kering. Setelah itu baru masuk mesin pencacah,” tutur Koordinator Pengolahan RDF UPTD TPAR Kebon Kongok, Salman, Jumat, 26 Agustus 2022.

Dalam proses pencacahan, sampah RDF dicampur dengan sedikit plastik supaya pembakarannya lebih bagus.

“Saat dicacah, 95 persen bahan organik dan 5 persen plastik. Kata orang PLN, pembakarannya lebih bagus kalau dicampur plastik,” imbuh Salman.

Setelah dicacah, sampailah pada proses terakhir yaitu hasil cacahan dimasukkan ke sebuah mesin yang membentuk serat-serat kecil tersebut menjadi pelet atau butiran kecil yang cukup solid. Setelah itu, RDF siap dikirim ke PLTU Jeranjang sebagai pemanfaatan akhir.

Namun diakui Salman, PLTU Jeranjang saat ini sudah tidak merima RDF berbentuk pelet, karena proses pembakarannya tidak seefektif saat RDF berbentuk serat cacahan.

“Sekarang setelah dicacah dan tunggu banyak, langsung kita kirim. Soalnya kalau kita kirim yang pelet, nanti dileburkan lagi di sana. Jadi lebih baik kirim langsung yang cacahan,” terang Salman di sela-sela melakukan pencacahan.

Saat ini, PLTU Jeranjang membutuhkan pasokan RDF sebanyak 15 ton setiap harinya, namun UPTD TPAR Kebon Kongok baru bisa memasok 5 ton RDF ke PLTU Jeranjang dalam satu bulan, karena jumlah peralatan yang masih kurang.

Permintaan itu akan baru bisa dipenuhi setelah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di areal TPAR Kebon Kongok rampung. TPST itu diperkirakan dapat menghasilkan 15 ton RDF dalam sehari. (RZK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button