Pemerintahan

Kemlu Perketat Pemantauan WNI di Timur Tengah Pascaserangan AS-Israel ke Iran

Jakarta (NTBSatu) – Pemerintah Indonesia menegaskan, perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas utama di kawasan Timur Tengah yang tengah terdampak eskalasi konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat (AS)–Israel.

Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan pasca-serangan militer yang menargetkan wilayah Iran.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah menyatakan, keselamatan WNI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi fokus utama pemerintah.

“Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama,” ujar Heni dalam keterangannya pada Minggu, 1 Maret 2026.

Direktorat Pelindungan WNI telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan. Guna memperoleh pembaruan data jumlah WNI, kondisi riil di lapangan, serta langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.

Selain itu, Perwakilan RI di negara-negara terdampak juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan PMI. Kemudian, memperkuat komunikasi dengan komunitas diaspora Indonesia, serta menyiapkan sejumlah opsi mitigasi jika terjadi kondisi darurat.

Dalam situasi mendesak, Kemlu mengimbau WNI dan PMI segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI di nomor +62 812-9007-0027. Atau Hotline Perwakilan RI terdekat.

Ketegangan kawasan meningkat setelah serangan udara menghantam wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, waktu setempat. Dua ledakan terdengar di sekitar Teheran pada pagi hari.

Presiden AS, Donald Trump mengklaim, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut. Klaim itu kemudian media pemerintah Iran perkuat dengan menyebut, Khamenei meninggal dunia akibat rangkaian serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. (*)

Alan Ananami

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button