Lombok Barat

Pemilahan Sampah Gagal, TPA Kebon Kongok Kritis

Mataram (NTBSatu) – Pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, masih menjadi catatan. Tumpukan sampah yang semakin menggunung di lokasi tersebut membuat pihak pengelola melakukan pembatasan ritase.

Pembatasan ini berdampak pada pengelolaan sampah di Kota Mataram. Biasanya sehari sampah dari Kota Mataram diangkut tiga ritase per hari. Sekarang hanya satu kali. Hal ini menyebabkan tumpukan limbah rumah tangga di Kota Mataram menumpuk di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ir. Ahmadi tak menampik, pembatasan ritase ini karena kondisi TPA Kebon Kongok yang semakin sesak.

Salah satu penyebabnya, gagalnya proses pemilahan sampah dari rumah. Padahal seharusnya hanya sampah organik yang dibuang ke sana, tetapi ini justru bercampur dengan non organik.

IKLAN

“Kita gagal di pemilihan sampah, kita ini masih semua jenis sampah buang ke TPAR. Itu sebabnya kenapa cepat penuh kapasitasnya,” kata Ahmadi, Selasa, 6 Januari 2026.

Pemerintah Provinsi NTB sudah melakukan optimalisasi lahan di tempat tersebut seluas 25 are, dengan anggaran Rp3 miliar lebih. “Namun tak lama setelah optimalisasi lahan tersebut, kini pengelola kembali membatasi ritase pembuangan sampah dari Kota Mataram dengan alasan sudah penuh,” ujarnya.

Pengelolaan Sampah di TPA Kebon Kongok

Ia mengatakan, pengelolaan sampah di TPAR Kebon Kongok dilakukan dengan cara ditimbun untuk yang organik. Sementara untuk yang non organik seharusnya diolah terlebih dahulu, tetapi karena bercampur akhirnya semua jenis sampah yang ditimbun.

Ke depan pemerintah akan kembali mengoptimalisasi TPAR Kebon Kongok, Ahmadi mengatakan masih ada sisa lahan antara landfil lama dan landfil yang aktif saat ini.

“Namun sebelum itu, harus dibuatkan talut di sisi kiri dan kanan, agar tidak terjadi longsor di kemudian hari,” ujarnya.

Meski kini sudah sesak, Ahmadi memastikan TPAR Kebon Kongok tidak akan ditutup untuk sementara waktu. Ia mengimbau, agar masyarakat mulai memilah sampah organik dan non organik dari rumah.

“Karena persentase sampah organik saat ini sebanyak 60 persen, dan sisanya non organik. Namun karena bercampur maka akan susah dipilah hingga akhirnya semua ditumpuk di TPAR Kebon Kongok,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button