IKLAN
Lombok Barat

TPAR Kebon Kongok akan Tolak Sampah yang Belum Terpilah Mulai 1 Juli 2022

Mataram (NTB Satu) – Per 1 Juli 2022 nanti, Tempat Pembuangan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok Kabupaten Lombok Barat hanya akan menerima sampah yang sudah terpilah yaitu sampah organik dan sampah non organik. Saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap ujicoba dengan harapan semua pihak bisa mengoptimalkan pemilahan sampah sebelum dibawa ke TPAR.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Samsudin, M.Si mengatakan, kebijakan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB Nomor : 660/530/PSPPL-DISLHK/2022 tentang Ketentuan Sampah Terpilah ke TPAR Kebon Kongok tanggal 16 Februari 2022.

IKLAN

Ia mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram dan seluruh pengangkut sampah mandiri sedang melakukan uji coba terkait kebijakan ini sejak Mei kemarin.

“Yang langsung ke TPA diupayakan dulu terpilah sampahnya. Sekarang sudah mulai diuji coba oleh teman-teman LH Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram untuk mempersiapkan prasaranya,” kata Samsudin Ahad 5 Juni 2022

Secara teknis, pemilahan minimal dilakukan menjadi dua jenis yaitu organik dan non organik. Pengangkutan sampah organik dilakukan dengan kendaraan terpisah dan atau dengan memberikan sekat pemisah pada kendaraan. Kendaraan yang khusus mengangkut sampah organik, tidak perlu dipilah. Sampah Organik diturunkan ke lokasi sesuai dengan arahan petugas setelah dilakukan penimbangan.

Pengangkutan yang tidak terpilah, tidak diizinkan untuk membuang sampah ke TPA Regional Kebon Kongok. Ketentuan ini untuk sementara waktu berlaku untuk Kendaraan angkut yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram beserta seluruh kendaraan angkut sampah mandiri.

Kendaraan angkut sampah mandiri yang dimaksud antara lain kendaraan pengangkut dari perkantoran, dinas, badan atau institusi pemerintah lainnya, pengangkut swasta, perumahan, institusi pendidikan, pertokoan, perdagangan dan sejenisnya, serta pengangkut sampah mandiri oleh desa, kelurahan dan sejenisnya.

Namun pemilahan sampah organik dan non organik ini memang memiliki tantangan yang tak kecil, baik di lingkungan masyarakat maupun para pengangkut sampah mandiri ini. Terkadang sampah sudah dipilih di tingkat rumah tangga, namun saat diangkut oleh kendaraan, sampah tersebut dicampur lagi dalam satu bak yang sama.

“Kami sudah melakukan sosialisasi di sejumlah lingkungan perumahan. Cuma masalah krusialnya pengangkut sampah yang dari rumah ke rumah ini dicampur lagi di kendaraanya. Misalnya di kompleks perumahan saya, kita sudah memilah sampah namun dicampur lagi,” ujarnya.

Namun demikian, upaya pemilahan sampah baik dari rumah tangga hingga di TPA tetap dilakukan sebagai bagian dari program besar zero waste. Sebab manfaat yang akan didapat dalam proses pemilahan sampah ini sangat besar, terutama manfaat ekonomi.

Dengan adanya kebijakan ini, Dinas Kebersihan Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat sebaiknya sudah menyesuaikan diri. Artinya proses pemilahan itu sudah mulai dilakukan di tingkat pengangkutan untuk selanjutnya dimanfaatkan kembali sesuai dengan jenis sampah yang ada. Proses pemilahan di sistem pengangkutan sampah memang sangat diperlukan untuk menentukan titik lokasi pembuangan di TPAR.

“Komitmen kabupaten kota kita harapkan sama kuatnya dengan kita. Minimal sarprasnya sudah mulai disesuaikan, mana untuk sampah organik dan anorganik. Sehingga kami lebih mudah mengolah di TPAR,” terangnya.

Tantangan selanjutnya yaitu belum adanya mesih pengolah sampah di TPAR Kebon Kongok dengan kapasitas yang memadai. Mesin tersebut saat ini masih dalam proses lelang di Kementerian PUPR. Proses pengolahan sampah menjadi energi adalah salah program yang sedang dilaksanakan oleh Pemprov NTB bekerjasama dengan PLN. Dimana pellet dari sampah menjadi bahan campuran batubara dalam pembakaran di PLTU Jeranjang.(ZSF)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button